Penerjemah Resmi
by Translation Transfer
Penulis: Dea Youlanda

Menikah dengan WNA Singapura? WNI wajib menyiapkan dokumen khusus agar pernikahan sah di kedua negara. Simak daftar lengkap dan tips persiapannya di sini.
Hubungan lintas negara antara WNI dan warga negara Singapura semakin umum terutama mengingat kedekatan geografis dan intensitas hubungan bisnis serta pendidikan kedua negara. Namun ketika hubungan itu berlanjut ke jenjang pernikahan, banyak pasangan yang baru menyadari betapa kompleksnya proses administrasi yang harus dilalui.
Menikah dengan WNA Singapura bukan hanya soal upacara dan perasaan ini soal dua sistem hukum, dua sistem pencatatan sipil, dan satu tumpukan dokumen yang harus disiapkan dengan tepat. Artikel ini memandu Anda melewati setiap langkahnya.
Singapura dan Indonesia memiliki sistem hukum perkawinan yang berbeda. Ketika WNI menikah dengan WNA Singapura, pernikahan tersebut harus memenuhi persyaratan hukum di kedua negara agar diakui secara sah baik di Indonesia maupun di Singapura.
Di Singapura, pencatatan pernikahan dilakukan melalui Registry of Marriages (ROM) untuk pasangan non-Muslim, atau Registry of Muslim Marriages (ROMM) untuk pasangan Muslim.
Proses ganda ini berarti dokumen yang dibutuhkan juga berlapis ada yang diperlukan oleh otoritas Singapura, ada yang diperlukan oleh instansi Indonesia, dan ada yang perlu diterjemahkan secara tersumpah untuk bisa digunakan lintas negara.
Baca juga: CNI untuk Menikah di Turki: Prosedur yang Sering Bikin WNI Bingung
Ini adalah dokumen pertama dan paling mendasar saat menikah dengan WNA Singapura. Paspor WNI harus masih berlaku dengan masa aktif yang cukup minimal 6 bulan dari tanggal pernikahan direncanakan, dengan memperhitungkan waktu proses administrasi.
Baca juga: Cara Menikah dengan WNA Prancis yang Sah di Indonesia
Menikah dengan WNA Singapura mewajibkan WNI menyerahkan akta kelahiran kepada Registry of Marriages Singapura. Karena akta kelahiran Indonesia diterbitkan dalam Bahasa Indonesia, dokumen ini wajib disertai terjemahan tersumpah ke Bahasa Inggris yang dilakukan oleh penerjemah berlisensi resmi.
Terjemahan biasa termasuk terjemahan dari notaris yang tidak tersumpah tidak akan diterima oleh ROM Singapura. Hanya terjemahan tersumpah yang memiliki kekuatan hukum di hadapan otoritas asing.
Saat mengurus pernikahan campuran ini, WNI diwajibkan membuktikan bahwa ia belum pernah menikah atau sudah tidak terikat perkawinan sebelumnya. Dokumen ini disebut Surat Keterangan Belum Menikah (SKBM) atau Certificate of No Impediment (CNI).
Di Indonesia, CNI dapat diperoleh melalui Disdukcapil setempat atau melalui Kementerian Luar Negeri jika WNI sedang berada di luar negeri. Dokumen ini kemudian harus diterjemahkan tersumpah ke Bahasa Inggris sebelum diserahkan ke ROM Singapura.

Identitas resmi WNI berupa KTP dan Kartu Keluarga diperlukan sebagai dokumen pendukung dalam proses ini, terutama untuk keperluan pencatatan di sisi Indonesia dan untuk pembaruan dokumen kependudukan setelah pernikahan berlangsung.
Baca juga: Panduan Menikah dengan WNA Belanda: Syarat & Dokumennya
Untuk WNI yang belum berusia 21 tahun dan hendak menikah dengan pasangan WNA Singapura, surat persetujuan orang tua atau wali adalah dokumen wajib. Surat ini pun perlu diterjemahkan tersumpah ke Bahasa Inggris jika akan digunakan di Singapura.
Bagi pasangan Muslim, proses dilakukan melalui ROMM dan membutuhkan dokumen tambahan seperti surat keterangan masuk Islam atau buku nikah dari pernikahan sebelumnya jika ada.
Jika prosesi utama dilakukan di Singapura, kedua belah pihak harus mengisi dan menyerahkan formulir pendaftaran ROM secara online melalui portal resmi ROM Singapura, minimal 21 hari sebelum tanggal pernikahan.
Saat proses pernikahan campuran ini berlangsung, pasangan dari Singapura juga harus menyiapkan dokumen mereka sendiri, yang umumnya meliputi:
Untuk dokumen yang akan digunakan di Indonesia, pasangan WNA Singapura mungkin memerlukan terjemahan tersumpah ke Bahasa Indonesia dari dokumen-dokumen tersebut.
Setelah upacara selesai dan akta nikah dari Singapura diterbitkan, WNI yang menikah dengan WNA Singapura harus menyelesaikan satu langkah krusial: mencatatkan pernikahan di Indonesia.
Langkah pencatatan di Indonesia:
Tanpa langkah pencatatan ini, pernikahan campuran tidak akan mendapat pengakuan penuh dari sistem hukum Indonesia dengan konsekuensi hukum yang sama seperti pernikahan yang tidak tercatat.
Satu benang merah yang mengikat seluruh proses menikah dengan WNA Singapura adalah kebutuhan akan terjemahan tersumpah. Hampir setiap dokumen yang bergerak lintas negara dari Indonesia ke Singapura maupun sebaliknya membutuhkan terjemahan resmi yang diakui secara hukum.
Terjemahan tersumpah berbeda dari terjemahan biasa dalam satu hal mendasar: kekuatan hukumnya. Penerjemah tersumpah berlisensi bertanggung jawab secara hukum atas akurasi terjemahan yang mereka hasilkan dan ini yang membuat dokumen terjemahan mereka diterima oleh ROM Singapura, KBRI, dan Disdukcapil Indonesia.
Menikah dengan WNA Singapura adalah perjalanan administratif yang membutuhkan perencanaan jauh-jauh hari. Dokumen yang tidak lengkap atau tidak memenuhi standar bisa menunda proses berbulan-bulan bahkan di saat paling tidak diinginkan.
Mulai persiapan minimal tiga bulan sebelum tanggal pernikahan, pastikan semua dokumen lengkap, dan gunakan jasa penerjemah tersumpah yang kompeten untuk seluruh kebutuhan terjemahan lintas bahasa Anda.
Translation Transfer menyediakan layanan terjemahan tersumpah untuk seluruh dokumen yang dibutuhkan saat menikah dengan WNA Singapura akta kelahiran, CNI, akta nikah, dan dokumen kependudukan lainnya dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris maupun sebaliknya.
Yuk Konsultasi Gratis Sekarang Juga!
Hubungi kami melalui:
Konsultasi gratis, respons cepat, harga kompetitif.
Referensi:


