Penerjemah Resmi
by Translation Transfer
Penulis: Moh. Said Mahri

10 Fakta Menarik soal Kuliah di Eropa yang Jarang Dibahas | Kuliah di Eropa punya sistem kredit yang beda jauh dari Indonesia. Kebanyakan kampus di sana pakai skema ECTS (European Credit Transfer System), jadi kamu perlu belajar dulu cara konversi kreditnya sebelum daftar. Skala nilai pun bervariasi tiap negara, ada yang pakai angka 1-10, ada juga yang pakai huruf. Karena itu, penting banget cek dulu sistem penilaian kampus tujuan supaya nggak kaget waktu semester pertama.
Selain urusan akademik, adaptasi budaya juga jadi tantangan besar. Cuaca dingin, gaya komunikasi yang lebih langsung, sampai kebiasaan makan yang berbeda bisa bikin kamu butuh waktu penyesuaian. Soal biaya hidup, tiap negara Eropa punya standar sendiri. Kota besar seperti Paris atau Amsterdam jelas lebih mahal dibanding kota kecil di Eropa Timur, jadi riset biaya hidup lokal itu wajib sebelum berangkat.
Banyak calon mahasiswa bingung soal legalisasi ijazah dan dokumen resmi lain. Kabar baiknya, sejak Indonesia gabung Konvensi Apostille Den Haag pada 2022, prosesnya jadi lebih ringkas. Layanan legalisasi apostille bisa diakses lewat portal AHU Online sejak Juni 2022, sejalan dengan ketentuan Pasal 12 Konvensi Apostille. Kamu tinggal buat akun di situs resmi Kemenkumham, unggah dokumen, dan tunggu sertifikat apostille terbit tanpa perlu bolak-balik ke kedutaan. Setelah akun dibuat, dokumen bisa diunggah dalam format PDF atau JPEG dengan resolusi tinggi maksimal 5 MB melalui situs apostille.ahu.go.id.
Baca Juga: Penerjemah Tersumpah Banyuwangi Cepat
Setelah dokumen dapat apostille, langkah berikutnya biasanya penerjemahan. Dokumen berbahasa asing perlu diterjemahkan oleh penerjemah tersumpah yang terdaftar resmi di Kemenkumham, bukan penerjemah sembarangan, karena hanya terjemahan dari penerjemah tersumpah yang diakui instansi pemerintah dan lembaga hukum di Indonesia. Jadi kalau kampus tujuan minta ijazah dan transkrip dalam bahasa Inggris atau bahasa negara setempat, pastikan kamu pakai jasa penerjemah tersumpah resmi supaya dokumen sah dipakai untuk pendaftaran maupun pengurusan visa.
Baca Juga: penerjemah tersumpah portugis Jakarta
Langkah awal, cocokkan dulu kurikulum jurusan incaran dengan silabus kampus asal biar nggak ada mata kuliah yang “hilang” saat proses transfer kredit. Cari juga info kuota beasiswa dari kedutaan negara tujuan, lembaga seperti DAAD untuk Jerman, atau program beasiswa pemerintah Indonesia seperti LPDP. Tiap skema beasiswa punya syarat dan tenggat sendiri, jadi susun daftar deadline biar nggak ada yang kelewat.
Baca Juga: Penggunaan Mr, Ms, Miss, dan Mrs yang Perlu Kamu Ketahui
Setelah kurikulum cocok, atur jadwal tes bahasa seperti IELTS, TOEFL, atau tes bahasa lokal negara tujuan. Legalisir penuh yang melibatkan validasi hukum dari kementerian, seperti lewat layanan Apostille, biasanya baru wajib setelah kamu resmi diterima dan mendapat Letter of Acceptance (LoA) Unconditional, saat sedang mengurus dokumen visa pelajar. Jadi urutannya: tes bahasa dulu, daftar kampus, tunggu LoA, baru urus legalisasi dan translasi dokumen secara menyeluruh.
Baca Juga: 5 Dialog Bahasa Inggris tentang Liburan dan Artinya
Baca Juga: Contoh Descriptive Teks dalam Bahasa Inggris
Aturan kerja sambil kuliah beda-beda tiap negara. Di Jerman yang tergabung Schengen, mahasiswa dari luar EU/EEA diizinkan bekerja hingga 120 hari penuh atau 240 setengah hari dalam setahun tanpa izin khusus, dan bisa bekerja lebih lama kalau dipekerjakan langsung oleh universitas sebagai asisten. Sementara di Inggris yang berstatus non-Schengen, mahasiswa internasional bisa kerja part-time sampai 20 jam per minggu selama masa studi. Jadi meski sama-sama Eropa, batas jam kerja dan skema izinnya tetap perlu dicek satu per satu sesuai negara tujuan.

Ini salah satu keunggulan besar kuliah di negara Schengen. Dengan visa atau resident card dari negara Schengen, kamu bisa bepergian ke negara Schengen lain dengan durasi maksimal 90 hari per kunjungan tanpa perlu mengajukan visa tambahan. Beda halnya kalau kuliah di negara non-Schengen seperti Inggris, kamu tetap perlu apply visa Schengen terpisah kalau mau liburan ke Prancis atau Italia. Jadi buat yang suka jalan-jalan lintas negara, kuliah di kawasan Schengen jelas lebih praktis dari segi mobilitas.
Terjemahkan Kebutuhan Anda Sekarang!
📱 WhatsApp: 0856-6671-475
📧 Email: admin@translationtransfer.com
📸 Instagram: @translationtransfer
Translation Transfer – Penerjemah.id Jasa Penerjemah Tersumpah Profesional untuk Kebutuhan Penerjemahan, Cepat, Legal, dan Terpercaya.
Referensi:


Postingan Lainnya
Berikan kami kesempatan untuk membantu untuk menemukan layanan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Kami siap melayani Anda kapanpun itu.
Share
