Penerjemah Resmi
by Translation Transfer
Penulis: Dea Youlanda

Jurnal Scopus Anda direject? Bisa jadi bukan soal konten, tapi bahasa. Pelajari 5 alasan jurnal Scopus direject karena bahasa dan cara mengatasinya.
Sudah berbulan-bulan meneliti, mengolah data, dan menyusun manuskrip lalu tiba-tiba reviewer mengembalikan jurnal Anda dengan status reject. Yang lebih menyakitkan: bukan karena temuannya lemah, melainkan karena bahasa.
Fenomena ini jauh lebih umum dari yang dibayangkan. Banyak peneliti Indonesia yang memiliki riset berkualitas tinggi, namun gagal lolos seleksi Scopus semata-mata karena masalah kebahasaan yang sebenarnya bisa dihindari. Artikel ini membahas 5 alasan jurnal Scopus direject karena bahasa bukan konten agar Anda tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Sebelum masuk ke 5 alasan jurnal Scopus direject karena bahasa, penting untuk memahami posisi bahasa dalam proses peer review. Editor jurnal internasional bereputasi memiliki ratusan manuskrip masuk setiap bulannya. Ketika sebuah naskah sulit dipahami karena hambatan bahasa, editor tidak punya waktu untuk “menebak” maksud penulis naskah langsung dikembalikan.
Scopus sebagai database jurnal internasional mengindeks jurnal-jurnal yang menjaga standar bahasa akademik ketat. Artinya, jurnal yang ingin terindeks Scopus pun menerapkan standar yang sama terhadap setiap manuskrip yang masuk.
Baca juga: Jasa Proofreading Artikel Bahasa Inggris untuk Jurnal Q1
Salah satu alasan jurnal Scopus direject karena bahasa yang paling sering terjadi adalah struktur kalimat yang mencerminkan pola pikir Bahasa Indonesia bukan Bahasa Inggris akademik.
Bahasa Inggris ilmiah memiliki konvensi ketat: kalimat pasif untuk metode, kalimat aktif untuk argumen, dan struktur subjek-predikat-objek yang konsisten. Ketika penulis menerjemahkan secara harafiah dari Bahasa Indonesia, hasilnya sering kali canggung dan membingungkan reviewer.
Contoh umum:
Perbedaan ini terlihat kecil, namun reviewer jurnal Scopus bereputasi langsung menangkap ketidakbakuan ini sebagai sinyal bahwa penulis tidak menguasai Bahasa Inggris akademik.
salah satu 5 Alasan Jurnal Scopus Direject karena Bahasa yang kedua adalah inkonsistensi terminologi sepanjang manuskrip. Dalam satu artikel, istilah yang sama bisa muncul dalam tiga versi berbeda, misalnya “respondents”, “participants”, dan “subjects” digunakan bergantian untuk merujuk objek penelitian yang sama tanpa alasan metodologis.
Inkonsistensi ini bukan hanya masalah estetika. Bagi reviewer, ini menandakan bahwa penulis tidak memiliki pemahaman mendalam tentang terminologi bidangnya, atau bahwa artikel tersebut ditulis oleh lebih dari satu orang tanpa proses harmonisasi bahasa yang memadai.
Solusinya sederhana namun memerlukan ketelitian: buat glosarium internal sebelum mulai menulis, dan gunakan satu istilah secara konsisten dari abstrak hingga kesimpulan.

Abstrak adalah wajah manuskrip Anda. Dalam banyak kasus, salah satu 5 Alasan Jurnal Scopus Direject karena Bahasa sudah terlihat sejak editor membaca abstrak dan keputusan untuk melanjutkan atau menolak sering dibuat di sini.
Abstrak jurnal Scopus yang baik harus:
Abstrak yang dipenuhi kesalahan bahasa mengirimkan sinyal kepada editor bahwa isi manuskrip kemungkinan besar memiliki masalah serupa dan mereka tidak perlu membaca lebih jauh.
Baca juga: Jasa Translate Bersertifikat untuk Publikasi Jurnal Kedokteran
Berbeda dengan typo sesekali yang masih bisa dimaafkan, alasan jurnal Scopus direject karena bahasa yang keempat adalah kesalahan grammar yang berulang dan berpola. Ini menunjukkan bahwa penulis belum melewati proses language editing yang memadai.
Kesalahan grammar sistematis yang paling umum ditemukan pada manuskrip peneliti Indonesia antara lain:
Kesalahan-kesalahan ini hampir tidak mungkin ditemukan sendiri oleh penulis yang tidak terbiasa dengan Bahasa Inggris akademik, karena kita cenderung membaca apa yang kita maksudkan, bukan apa yang tertulis.
Baca juga: Proofreading Jurnal Kedokteran dengan Penerjemah Profesional
Alasan jurnal Scopus direject karena bahasa yang kelima dan sering paling diabaikan adalah ketidaksesuaian tone dan gaya penulisan dengan karakter jurnal target.
Setiap jurnal Scopus memiliki author guidelines yang tidak hanya mengatur format, tapi juga gaya bahasa. Jurnal di bidang teknik berbeda gaya tulisnya dengan jurnal humaniora. Jurnal yang menargetkan pembaca Amerika berbeda nada formalitasnya dengan jurnal Eropa.
Ketika penulis mengirimkan manuskrip tanpa menyesuaikan gaya bahasa dengan jurnal target, misalnya menggunakan bahasa terlalu populer untuk jurnal sains murni, atau terlalu kaku untuk jurnal interdisipliner editor bisa menolak dengan alasan “not suitable for our journal” yang sebetulnya berakar pada masalah bahasa.
Memahami 5 alasan jurnal Scopus direject karena bahasa saja tidak cukup. Anda perlu langkah konkret untuk mengatasinya:
Riset terbaik sekalipun bisa gagal menembus Scopus jika bahasa tidak mendukung. 5 alasan jurnal Scopus direject karena bahasa yang dibahas di atas dari struktur kalimat, inkonsistensi terminologi, kualitas abstrak, kesalahan grammar sistematis, hingga ketidaksesuaian gaya penulisan semuanya dapat diatasi dengan bantuan yang tepat.
Jangan biarkan kerja keras penelitian Anda terhenti di gerbang terakhir hanya karena hambatan bahasa.
Translation Transfer hadir untuk memastikan manuskrip Anda tampil terbaik di mata editor jurnal internasional. Kami menyediakan layanan sworn translation, academic editing, dan proofreading khusus untuk kebutuhan publikasi ilmiah termasuk jurnal Scopus dan Sinta.
Tim kami terdiri dari penerjemah tersumpah dan editor akademik berpengalaman yang memahami standar jurnal internasional di berbagai bidang keilmuan.
Yuk Konsultasi Gratis Sekarang Juga!
Hubungi kami melalui:
Konsultasi gratis, respons cepat, harga kompetitif.
Referensi:


