Penerjemah Resmi
by Translation Transfer
Penulis: Louis Priscilla

10 Tips Efektif Work From Home | Tetap Produktif dan Sehat dari Rumah – Bekerja dari rumah atau work from home (WFH) semakin wajar semenjak adanya era pandemi COVID-19. Dengan peraturan yang melarang masyarakat untuk keluar rumah sehingga WFH ini menjadi solusi bagi semua orang baik pelajar, fresh graduate, dan pekerja freelance bisa tetap produktif tanpa harus berangkat ke kantor atau sekolah. Selain itu, bekerja dari rumah ini juga memberikan kenyamanan dan waktu yang fleksibel sehingga sangat cocok bagi kamu yang merupakan seorang pelajar.
Meskipun WFH ini terlihat nyaman dan fleksibel, tetap saja ada beberapa tantangan tersendiri, seperti gangguan dari lingkungan rumah, kesulitan memisahkan waktu kerja dan waktu pribadi, serta tantangan dalam menjaga produktivitas. Jadi, kamu harus memiliki cara yang efektif agar WFH kamu tidak terganggu dan kamu bisa bekerja secara efektif.
Di artikel ini, kamu akan mengetahui 5 tips efektif work from home untuk mencapai productivitas maksimal saat bekeerja. Apa saja itu, simak artikel ini sampai habis!
Baca juga: Penerjemahan Real Time | 5 Keunggulan dalam Pembelajaran Bahasa
Kunci utama dalam work from home yang paling efektif adalah bagaimana kamu bisa mengatur jadwal kamu dengan teratur. Seperti yang kamu ketahui, dalam rumah, banyak sekali godaan yang bisa menghilangkan fokus kamu seperti tidur lebih lama, melakukan aktivitas di luar rumah, atau bahkan menghabiskan waktu dengan kegiatan yang tidak produktif. Oleh karena menetapkan jadwal harian sangat penting untuk menjaga kefektifan kamu dalam bekerja.
Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah membuat jadwal yang mencangkup waktu untuk mulai bekerja, istirahat, hingga waktu sekesai bekerja. Bagi kamu yang merupakan pelajar, sangat penting untuk membuat jadwal yang bisa mengatur waktu kamu sekolah, belajar, bekerja, dan beristirahat. Sebaiknya kamu menentukan waktu yang konsisten setiap harinya agar bisa menjadi kebiasaan sehari-hari dan tubuhmu terbiasa dengan kegiatan tersebut. Dengan demikian, kamu tidak hanya lebih fokus tetapi juga dapat bekerja secara efektif dan seimbang.
Tips tambahan untuk kamu yang ingin menjaga kedisiplinan waktu: coba untuk menggunakan alat bantu manajemen waktu seperti Google Calendar atau Trello. Kemudian membuat list tugas harian berdasarkan dari prioritas yang harus dicapai hingga aktivitas yang bisa dikerjakan terakhir. Dengan menggunakan alat bantu ini bisa mengingatkan kamu tentang pekerjaan yang harus kamu selesaikan.
Lingkungan kerja bisa menjadi penentu efektivitas kamu bekerja. Berbeda dengan lingkungan kantor, lingkungan kerja di rumah memiliki banyak gangguan, seperti suara televisi, aktivitas keluarga, atau bahkan aktivitas yang sangat mengundang kamu untuk bermalas-malasan. Hal ini perlu diperhatikan agar kamu bisa menjadi lebih fokus bekerja.
Jika memungkinkan, sediakan ruangan tenang dan jauh dari kegaduhan di rumah dan menempaktkan meja dan kursi khusus di dalamnya. Pastikan ruangan tersebut memiliki pencahayaan yang cukup, ventilasi yang baik, serta kursi dan meja yang ergonomis agar kamu nyaman. Lingkungan yang baik memberikan kenyamanan fisik dan mental.
Bagi kamu yang pelajar, bisa juga membuat kamar kamu sebagai ruang khusus untuk belajar dengan catatan jangan bekerja di tempat tidur. Jika kamu bekerja di tempat tidur kamu bisa kurang fokus dan akhirnya tertidur. Jadi buat kamar kamu menjadi tempat yang nyaman dan mendukung pekerjaan kamu. Jika ada keluarga atau teman yang sering berkunjung atau mungkin menganggu kegiatan kamu, kamu bisa membuat aturan jam kerja kamu. Hal ini akan membuat mereka memahami batas waktu ketika kamu tidak ingin diganggu.
Bekerja terus menerus juga tidak akan membuat kamu semakin produktif tetatpi malah membuat kamu mudah lelah dan tidak fokus. Teknik Pomodoro adalah salah satu cara efektif untuk mengatur kapan kamu kerja dan kapan kamu bisa beristirahat. Metode ini menggunakan 25 menit untuk waktu bekerja yang intens, diikuti dengan istirahat selama 5 menit. Setelah empat kali interval, kamu bisa beristirahat panjang sekitar 15-30 menit.
Work from home akan sangat membutuhkan metode ini apalagi jika kamu masih seorang pelajar atau pekerja yang memiliki tugas berat. Dengan menggunakan teknik ini, kamu bisa menyeimbangkan waktu istirahat dan waktu bekerja dan belajar. Teknik ini juga memungkinkan kamu untuk menilai tugas di setiap interval dan menyesuaikan prioritas jika diperlukan.
Kamu bisa menggunakan timer atau aplikasi untuk membantu kamu tetap konsisten dengan metode ini. Selama istirahat, kamu bisa melakukan olahraga ringan, minum air, atau melakukan hobi, Dengan begitu, kamu bisa lebih semangat untuk work from home lagi.
Simak juga: Self Reward vs Self Indulgence: Perbedaan dan Manfaatnya bagi Kesehatan Mental

Kamu yang merupakan seorang pelajar atau seorang Gen Z pasti memiliki tantangan terbesar dari WFH yaitu gangguan dari perangkat digital. Kebiasaan dari Gen Z ketika menerima notifikasi dari media sosial adalah langsung membuka handphone dan akhirnya keterusan bermain sosial media. Akibatnya, pekerjaan kamu bukannya selesai tetapi tertunda dan semakin menumpuk.
Gangguan ini sangat menyita waktu kamu dan plan waktu yang kamu tetapkan bisa berantakan. Semakin kamu kecanduan dengan perangkat digital, semakin tertunda pekerjaan kamu yang akhirnya kamu kewalahan di akhir. Untuk itu, penting untuk mengurangi gangguan digital dengan cara mematikan notifikasi yang tidak penting selama jam kerja.
Kamu bisa menyalakan fitur Do Not Disturb ponsel atau komputer untuk mematikan notifikasi mengganggu. Setelah itu, kamu bisa mengelola waktu penggunaan media sosial, seperti Focus Booster atau Forest, sehingga memungkinkan kamu membatasi akses ke media sosial selama bekerja.
Saat work from home, batasan antara kehidupan pribadi dan profesional bisa menjadi melebur. Batasan profesional dan kehidupan pribadi ini cukup sulit untuk diatasi. Apalagi jika ini berkaitan dengan keluarga, teman serumah, atau orang-orang disekitar kamu, yang sangat menggoda kamu untuk kehilangan fokus. Untuk itu, menetapkan batasan yang jelas dengan mengkomunikasikan waktu yang telah kamu tentukan kepada mereka akan membantu menjaga produktivitas kamu.
Jika kamu memiliki anak kecil, pertimbangkan untuk bekerja saat mereka sedang tidur atau di bawah pengawasan orang lain. Kamu juga bisa meminta kepada keluargma untuk tidak membuat kebisingan atau menjaga anak kecil jauh dari tempat kamu bekerja agar kamu tidak merasa terganggu.
Telusuri juga: Menelisik 5 Tantangan Terbesar Menjadi Sandwich Generation
Jangan biarkan bahasa menjadi penghalang dalam kolaborasi dan komunikasi bisnis Anda. Di Translation Transfer, kami siap mendukung kebutuhan penerjemahan Anda, dari dokumen bisnis hingga konten digital, untuk memastikan pesan Anda tersampaikan dengan jelas dan profesional di berbagai bahasa. Percayakan pada Translation Transfer sebagai mitra penerjemah terpercaya di Indonesia.
Hubungi kami sekarang dan dapatkan hasil terjemahan berkualitas untuk mengoptimalkan kerja Anda dari mana saja!
Baca selanjutnya: 7 Lagu Barat Populer Tahun 90an



