Penerjemah Resmi
by Translation Transfer
Penulis: Septi Virna Irawati

Dokumen yang Wajib Diterjemahkan untuk Daftar SSW Jepang | SSW Jepang. Belakangan ini, jalur kerja satu ini jadi incaran banyak pekerja migran Indonesia.
Wajar saja. Program Specified Skilled Worker menawarkan gaji setara pekerja lokal Jepang, jarang ada tawaran seistimewa itu.
Sayangnya, tidak sedikit calon pendaftar gagal, dan bukan karena kemampuan kerja mereka kurang. Penyebabnya justru soal administrasi, terutama kelengkapan dokumen yang sering dianggap remeh.
Nah, dokumen seperti ijazah dan transkrip nilai wajib diterjemahkan ke bahasa Jepang atau Inggris. Proses ini tidak boleh sembarangan, sebab menyangkut keabsahan hukum dokumen kamu di mata otoritas Jepang.
Saya sendiri, sebagai penulis yang bergelut dengan legalitas dokumen internasional, kerap menemui kasus pendaftaran SSW tertunda gara-gara terjemahan yang tidak sesuai standar. Risikonya nyata. Mulai dari dokumen ditolak pihak Jepang, sampai proses seleksi harus diulang dari nol.
Maka dari itu, artikel ini akan membedah dokumen apa saja yang wajib disiapkan, bagaimana proses penerjemahannya, sampai peran penerjemah tersumpah dalam pendaftaran SSW Jepang.
SSW atau Specified Skilled Worker adalah status izin tinggal kerja yang diterbitkan pemerintah Jepang bagi tenaga asing terampil. Program ini merangkul 16 sektor industri, dari konstruksi, pertanian, sampai perawatan lansia.
Ada dua jenis visa dalam skema ini, yaitu SSW nomor 1 dan SSW nomor 2. Keduanya beda syarat keterampilan, beda pula masa tinggalnya.
Baca Selengkapnya: Lembaga Penerjemah Resmi Agar Dokumen Sah Diterima
Secara umum, pendaftar SSW Jepang harus memenuhi kriteria berikut:
Bagi mantan peserta magang TITP, jalurnya sedikit berbeda dan cenderung lebih ringkas.
Baca Juga: Affidavit Pernikahan Adalah: Pengertian, Fungsi, dan Cara Membuatnya
Kelengkapan dokumen jadi penentu utama kelancaran proses SSW Jepang. Berikut dokumen dasar yang umumnya wajib disiapkan pendaftar.
Pertama-tama, siapkan dokumen identitas dan riwayat pendidikan berikut:

Di luar itu, beberapa sektor pekerjaan meminta dokumen tambahan. Calon perawat lansia, misalnya, wajib melampirkan Surat Tanda Registrasi (STR) dari Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia.
Tiap sektor punya ketentuan berbeda soal dokumen pendukung ini. Jadi, pastikan kamu mengecek persyaratan spesifik sesuai bidang yang dilamar.
Baca Selengkapnya: Jasa Translate ke Bahasa Indonesia Tersumpah, Resmi & Cepat Jadi 1 Hari
Dokumen berbahasa Indonesia tidak bisa langsung diserahkan ke pihak Jepang begitu saja. Semuanya wajib diterjemahkan lebih dulu ke bahasa Jepang atau Inggris.
Pihak imigrasi maupun perusahaan penerima kerja Jepang cuma menerima dokumen dalam bahasa yang mereka pahami. Tanpa terjemahan resmi, dokumen otomatis dianggap tidak lengkap.
Bahkan, kesalahan penerjemahan sekecil apa pun bisa mengubah arti dokumen. Ujung-ujungnya, proses seleksi bisa tertunda berbulan-bulan.
Umumnya, ada tiga opsi penerjemahan dokumen SSW yang diakui pihak Jepang:
Dari ketiganya, opsi ketiga jadi pilihan paling umum bagi kebanyakan pendaftar mandiri.
Informasi Selengkapnya: Translate Dokumen Kerja Bahasa Prancis Untuk Ekspatriat
Pendaftaran SSW Jepang bisa dilakukan lewat Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), bisa juga secara mandiri. Berikut tahapan umum yang perlu kamu lalui.
Banyak calon pekerja memilih jalur LPK karena pendampingannya lebih terarah. LPK biasanya membantu proses pelatihan bahasa, ujian keterampilan, sampai persiapan dokumen.
Sebaliknya, pendaftaran mandiri bisa dilakukan lewat sistem IPKOL milik Kementerian Ketenagakerjaan. Jalur ini cocok buat kamu yang sudah punya sertifikat bahasa dan keterampilan.
Apa pun jalurnya, kelengkapan dan keabsahan dokumen tetap jadi syarat mutlak yang tidak bisa ditawar.
Baca Juga: Translate NIB Dan Akta Pendirian Sekaligus Untuk Tender
Bagian ini sering dianggap sepele, padahal pengaruhnya besar terhadap kelulusan berkas. Faktanya, dokumen dengan terjemahan asal-asalan hampir selalu bermasalah di tahap verifikasi.
Penerjemah tersumpah punya lisensi resmi dari Kementerian Hukum dan HAM. Hasil terjemahannya diakui secara hukum dan setara dengan dokumen asli.
Dokumen dari penerjemah biasa, sebaliknya, berisiko ditolak pihak Jepang. Alasannya sederhana saja, tidak ada jaminan keakuratan dan legalitas terjemahan tersebut.
Beberapa dokumen, seperti akta kelahiran atau ijazah, kadang juga membutuhkan legalisasi Apostille. Proses ini memastikan dokumen diakui sah secara hukum internasional.
Sejak Indonesia meratifikasi Konvensi Apostille, proses legalisasi jadi jauh lebih cepat dibanding sistem lama. Pengajuannya bisa dilakukan lewat Ditjen AHU Kemenkumham.
Baca Selanjutnya: Bagaimana Cara Urus Visa Tinggal Tetap Setelah Nikah Campur
Setelah diterjemahkan, dokumen sebaiknya melewati proofreading akhir. Tahap ini memastikan tidak ada kesalahan ketik atau istilah yang lolos sebelum dokumen diserahkan.
Tidak selalu, tergantung apakah institusi penerbit bisa mengeluarkan dokumen berbahasa Jepang atau Inggris. Kalau tidak bisa, penerjemah tersumpah jadi opsi yang paling direkomendasikan.
Waktu pengerjaan bervariasi, tergantung jumlah dan jenis dokumen. Umumnya, proses ini memakan waktu beberapa hari kerja hingga satu minggu.
Tergantung jenis dokumennya, beberapa memang membutuhkan legalisasi tambahan ini. Sebaiknya, konsultasikan langsung dengan penyedia jasa penerjemah supaya dokumen kamu memenuhi standar yang diminta.
Mendaftar SSW Jepang butuh usaha lebih dari sekadar lolos ujian bahasa dan keterampilan. Kelengkapan dokumen, terutama hasil terjemahan yang sah, jadi faktor penentu keberhasilan pendaftaran.
Pada akhirnya, masalah birokrasi dan legalitas dokumen bisa diselesaikan dengan bantuan profesional yang tepat. Penerjemah tersumpah dan layanan Apostille akan memastikan berkas kamu diterima tanpa hambatan berarti.
Hubungi Translation Transfer sekarang untuk layanan terbaik:
WA: 0856-6671-475
Email: admin@translationtransfer.com
Instagram: @translationtransfer



