Perbedaan penerjemah tersumpah dan biasa sering baru terasa ketika dokumen kamu ditolak instansi. Kenapa? Karena hasil terjemahan yang rapi belum tentu diakui secara hukum.

Sebagai praktisi yang kerap mendampingi klien mengurus dokumen lintas negara, saya sering melihat kasus ini. Orang sudah membayar terjemahan, lalu harus mengulang dari awal.

Masalahnya sederhana. Banyak orang mengira semua penerjemah punya kekuatan yang sama.

Di artikel ini, kita akan bahas tuntas. Mulai dari pengertian masing-masing, perbedaan intinya, kekuatan hukumnya, sampai cara memilih yang tepat untuk keperluanmu.

Apa Itu Penerjemah Tersumpah dan Penerjemah Biasa?

Sebelum membandingkan, kamu perlu paham dulu definisi keduanya. Dari sini, perbedaan penerjemah tersumpah dan biasa akan terlihat jauh lebih jelas.

Pengertian Penerjemah Tersumpah

Penerjemah tersumpah adalah penerjemah yang sudah lulus ujian dan diambil sumpahnya oleh pejabat berwenang. Setelah itu, namanya tercatat secara resmi sebagai penerjemah yang berwenang.

Hasil terjemahannya biasanya diberi cap, tanda tangan, dan pernyataan kesesuaian dengan dokumen asli. Karena itu, instansi pemerintah dan lembaga hukum mempercayainya.

Sebagai praktisi, saya menilai status sumpah inilah yang membuat dokumen punya bobot hukum. Penerjemah menanggung tanggung jawab atas isi terjemahannya.

Pengertian Penerjemah Biasa

Penerjemah biasa adalah penerjemah yang bekerja tanpa pengangkatan dan sumpah resmi. Kemampuan bahasanya bisa sangat baik, bahkan sering sangat baik.

Namun, hasil kerjanya tidak otomatis diakui sebagai dokumen resmi. Ia lebih cocok untuk kebutuhan nonformal.

Contohnya, terjemahan artikel, materi pemasaran, buku, atau korespondensi bisnis biasa. Di sini, kualitas bahasa jauh lebih penting daripada status hukum.

Perbedaan Penerjemah Tersumpah dan Biasa yang Perlu Kamu Tahu

Sekarang kita masuk ke inti pembahasan. Berikut perbedaan penerjemah tersumpah dan biasa dari beberapa sisi.

Status dan Pengangkatan

Penerjemah tersumpah diangkat secara resmi dan terdaftar di instansi yang berwenang. Penerjemah biasa tidak melewati proses itu.

Selain itu, penerjemah tersumpah terikat kode etik profesi. Artinya, ia harus menerjemahkan secara setia dan menjaga kerahasiaan dokumen.

Baca Juga : Jasa Penerjemah Bahasa Mandarin Profesional dan Tepercaya

Bentuk Hasil Terjemahan

Hasil terjemahan tersumpah memuat elemen khusus. Elemen itu membuat dokumen bisa diperiksa dan dipertanggungjawabkan.

  • Cap resmi penerjemah tersumpah.
  • Tanda tangan dan nomor pengangkatan.
  • Pernyataan bahwa terjemahan sesuai dengan dokumen asli.
  • Format yang mengikuti susunan dokumen sumber.

Terjemahan biasa umumnya hanya berupa file teks atau dokumen cetak tanpa unsur-unsur tadi. Tampilannya boleh rapi, tapi tidak punya pengesahan.

Keperluan Penggunaan

Perbedaan lain ada pada tujuan pemakaian. Terjemahan tersumpah dipakai untuk urusan formal, sedangkan terjemahan biasa untuk kebutuhan informal.

Menurut saya, kesalahan paling mahal terjadi ketika orang memakai terjemahan biasa untuk urusan resmi. Waktu dan biaya terbuang percuma.

Kekuatan Hukum Terjemahan Tersumpah dan Terjemahan Biasa

Judul artikel ini menjanjikan pembahasan soal kekuatan hukum. Mari kita bedah dengan jelas.

Terjemahan tersumpah punya kekuatan pembuktian yang diakui oleh instansi resmi. Pengadilan, kantor imigrasi, dan kedutaan umumnya meminta dokumen jenis ini.

Alasannya masuk akal. Ada pihak yang bertanggung jawab secara hukum atas kebenaran isi terjemahan.

Sementara itu, terjemahan biasa tidak punya kedudukan setara. Jika terjadi sengketa soal isi dokumen, hasil terjemahan biasa sulit dijadikan dasar yang kuat.

Dalam praktik peradilan, dokumen berbahasa asing yang diajukan sebagai bukti memang harus diterjemahkan oleh penerjemah yang berwenang. Selain itu, kewajiban penggunaan Bahasa Indonesia dalam dokumen resmi juga diatur dalam undang-undang tentang bendera, bahasa, dan lambang negara serta lagu kebangsaan.

perbedaan penerjemah tersumpah dan biasa

Baca Juga : Jasa Penerjemah Dokumen Imigrasi untuk Urusan Lebih Mudah

Kapan Terjemahan Biasa Sudah Cukup?

Tidak semua dokumen butuh pengesahan. Untuk bahan bacaan pribadi, presentasi internal, atau konten website, terjemahan biasa sudah memadai.

Kamu bisa menghemat biaya dengan memilih jenis ini. Syaratnya, pastikan dokumen itu memang tidak diserahkan ke instansi resmi.

Kapan Wajib Memakai Terjemahan Tersumpah?

Beberapa dokumen hampir selalu menuntut terjemahan tersumpah. Contohnya sebagai berikut.

  1. Akta kelahiran, akta nikah, dan kartu keluarga.
  2. Ijazah dan transkrip nilai.
  3. Kontrak, perjanjian, dan dokumen perusahaan.
  4. Putusan pengadilan dan surat kuasa.
  5. Dokumen imigrasi, visa, dan permohonan kewarganegaraan.

Aturan tiap instansi bisa berbeda. Jadi, tanyakan persyaratannya sebelum mulai menerjemahkan.

Cara Memilih Penerjemah yang Tepat untuk Dokumenmu

Setelah paham perbedaannya, langkah berikutnya adalah memilih. Salah pilih berarti mengulang proses.

Pertama, cek dulu persyaratan instansi tujuan. Tanyakan apakah mereka meminta terjemahan tersumpah atau cukup terjemahan biasa.

Kedua, pastikan penerjemah punya status resmi. Mintalah bukti pengangkatan atau nomor registrasinya.

Ketiga, perhatikan pasangan bahasa dokumenmu. Tidak semua penerjemah tersumpah menguasai semua bahasa.

Berikut hal lain yang layak kamu pertimbangkan:

  • Pengalaman menangani dokumen sejenis.
  • Waktu pengerjaan yang realistis.
  • Transparansi biaya sejak awal.
  • Kesediaan merevisi jika ada kesalahan.

Sebagai catatan, harga bukan ukuran tunggal. Terjemahan murah yang ditolak instansi justru lebih mahal pada akhirnya.

FAQ Seputar Penerjemah Tersumpah dan Biasa

Apakah terjemahan biasa bisa disahkan menjadi terjemahan tersumpah?
Tidak bisa begitu saja. Dokumen harus diterjemahkan atau diperiksa ulang oleh penerjemah tersumpah agar memperoleh pengesahan resmi.

Apakah penerjemah tersumpah menerjemahkan semua jenis dokumen?
Pada dasarnya bisa, selama sesuai dengan bahasa yang dikuasainya. Namun, dokumen teknis tertentu kadang butuh pemahaman bidang khusus.

Apakah terjemahan tersumpah berlaku untuk semua instansi?
Umumnya diterima, tetapi ketentuan tiap instansi bisa berbeda. Cek syarat lembaga tujuan sebelum mengajukan.

Baca Juga : Jasa Penerjemah Akta Kelahiran: Layanan, Kualitas, dan Cara Pesan

Kesimpulan

Perbedaan penerjemah tersumpah dan biasa terletak pada status hukum, bentuk hasil, dan penggunaannya. Terjemahan tersumpah cocok untuk urusan formal, sedangkan terjemahan biasa cocok untuk kebutuhan nonformal.

Dari pengalaman mendampingi klien, saya menyarankan satu langkah awal yang sederhana. Selalu tanyakan syarat dokumen kepada instansi tujuan sebelum menunjuk penerjemah.

Kalau kamu masih ragu dokumenmu butuh terjemahan jenis apa, jangan tebak-tebak sendiri. Klik poster yang tersedia atau tombol KONSULTASI GRATIS di pojok kanan website ini, lalu ceritakan kebutuhanmu kepada tim kami.

Tertarik? Yuk, Pesan Sekarang!

Butuh jasa penerjemah tersumpah? Hubungi Translation Transfer untuk konsultasi dan pemesanan:

📱 WhatsApp: 0856-6671-475
📧 Email: admin@translationtransfer.com
📷 Instagram: @translationtransfer

Penasaran dengan profil kami? Klik di sini untuk mengenal lebih jauh tentang kami atau kunjungi website Translation Transfer dan penerjemahresmi.id kami! Anda dapat memastikan bahwa setiap dokumen Anda akan diterjemahkan dengan tingkat akurasi dan profesionalisme yang tinggi. Temukan informasi menarik mengenai penerjemah tersumpah disini!.

Ringkasan

  • Penerjemah tersumpah sudah diangkat dan disumpah secara resmi oleh pejabat berwenang.
  • Penerjemah biasa bekerja tanpa pengangkatan dan sumpah resmi.
  • Terjemahan tersumpah memuat cap, tanda tangan, dan pernyataan kesesuaian.
  • Instansi resmi umumnya menuntut terjemahan tersumpah untuk dokumen formal.
  • Terjemahan biasa cukup untuk kebutuhan nonformal seperti artikel dan materi internal.
  • Akta, ijazah, kontrak, dan putusan pengadilan hampir selalu butuh terjemahan tersumpah.
  • Cek syarat instansi tujuan sebelum memilih jenis penerjemah.

Referensi

  1. Undang-Undang tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.
  2. Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia tentang Penerjemah Tersumpah.
  3. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, informasi layanan dan administrasi hukum, ahu.go.id.
  4. Himpunan Penerjemah Indonesia, “Kode Etik Penerjemah,” hpi.or.id.

Daftar Isi

Dapatkan Tips dan Info Terbaru! Gabung Sekarang

Postingan Terkait