Penerjemah Resmi
by Translation Transfer
Berikan kami kesempatan untuk membantu untuk menemukan layanan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Kami siap melayani Anda kapanpun itu.
Share
JEMBER – Translation Transfer menjalin kolaborasi strategis dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember (UNEJ). Acara ini menjadi semakin sempurna dengan menggandeng Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI) melalui kegiatan Workshop Penerjemahan Profesional, Senin (5/10/2026). Bertempat di lingkungan FKIP Universitas Jember, agenda ini dirancang khusus untuk menyinergikan kompetensi akademik mahasiswa dengan dinamika serta kebutuhan riil industri penerjemahan saat ini.
Acara ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan fakultas dan panitia, di antaranya Dekan FKIP UNEJ Dr. Moh. Na’im, M.Pd., Sekretaris Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni (PBS) Dr. Annur Rofiq, M.A., M.Sc., Ketua Kegiatan Mutiara Bilqis, S.Pd., M.Pd., serta Sekretaris Kegiatan Sunoko Setyawan, S.Pd., M.Pd.
Dalam sesi pemaparan materi, workshop ini menghadirkan 2 narasumber utama dari kalangan praktisi industri dan asosiasi profesi. Kedua pemateri tersebut adalah Zakkyl Fikri Pratama, S.S., M.Li., selaku CEO Translation Transfer yang dikenal sebagai perusahaan penyedia layanan penerjemah resmi dan jasa bahasa profesional, serta Dr. Indra Listyo, S.Pd., M.Hum., selaku Ketua Umum Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI).

Di hadapan para peserta, Zakkyl Fikri Pratama membedah lanskap pengelolaan bisnis penerjemahan, cara menembus pasar kerja penerjemahan, hingga strategi bertahan di tengah masifnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI). Ia juga menekankan pentingnya penguasaan perangkat bantu penerjemahan (CAT tools – Alat Pengelola Kerja Terjemahan) agar mahasiswa siap beradaptasi dengan tuntutan industri modern.
“Sinergi lintas sektor antara praktisi industri, asosiasi profesi, dan perguruan tinggi sangat penting untuk menjembatani kesenjangan antara teori di bangku kuliah dan tuntutan di dunia kerja. Di tengah pesatnya perkembangan AI saat ini, teknologi bukanlah ancaman yang menggantikan penerjemah, melainkan peluang besar bagi mereka yang mau beradaptasi dan menguasai CAT Tools beserta beberapa bursa job tempat pekerjaan diposting dan dapat di-apply. Melalui pembekalan dan program kerja sama ini, kami berharap dapat berkontribusi mencetak lulusan FKIP Univeristas Jember menjadi penerjemah profesional yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di kancah global,” ujar Zakkyl.

Sementara itu, dari sudut pandang keprofesian, Dr. Indra Listyo memperkaya wawasan mahasiswa dengan memaparkan isu etik dalam penerjemahan dan alih bahasa. Melalui bedah kasus dari naskah proyek nyata yang pernah ia tangani, Indra menunjukkan bahwa profesi penerjemah tidak sekadar mengalihkan kata dari satu bahasa ke bahasa lain, tetapi juga menuntut ketelitian, integritas, dan tanggung jawab profesional.
“Kegiatan workshop penerjemahan ini sangat krusial dan relevan bagi mahasiswa serta dosen FKIP Pendidikan Bahasa Inggris UNEJ. Kehadiran HPI yang mewakili asosiasi profesi dan Translation Transfer yang mewakili industri penyedia jasa bahasa memberikan wawasan nyata tentang dinamika karier di era modern,” ungkap Indra.
Ia menambahkan bahwa perkembangan AI yang pesat telah mengubah lanskap industri bahasa global secara signifikan. “Melalui pemahaman yang proporsional terhadap disrupsi ini, kita tidak hanya siap beradaptasi, tetapi juga mampu menangkap peluang baru sebagai penerjemah profesional yang kompetitif. Acara ini membuka pijakan strategis bagi para dosen dan calon lulusan untuk mengoptimalkan potensi serta memperluas prospek kerja di masa depan,” tambahnya.
Antusiasme tinggi terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi interaktif yang berlangsung selama sesi kegiatan. Ketua Panitia Kegiatan, Mutiara Bilqis, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kelancaran acara serta kontribusi kedua pemateri yang saling melengkapi.
“Kegiatan ini menjadi ruang belajar yang sangat berharga bagi mahasiswa karena memadukan gambaran bisnis sekaligus sisi etika keprofesian dalam dunia penerjemahan. Atas nama panitia, saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada kedua narasumber, seluruh peserta, serta semua pihak yang mendukung acara ini. Semoga workshop ini menjadi bekal bermanfaat bagi mahasiswa untuk berkembang sebagai penerjemah yang profesional, adaptif, dan beretika,” tutup Bilqis.
