Penulis: Louis Priscilla

terjemahan indonesia ke korea

5 Kesalahan Umum dalam Terjemahan Indonesia ke Korea – Penerjemahan merupakan seni yang memerlukan ketelitian dan pemahaman mendalam tentang bahasa dan budaya. Tidak boleh ada satu kesalahan kecil dalam menerjemahkan karena akan berakibat fatal. Pemilihan kata dan pertimbangan budaya juga memberikan nuansa dan makna yang berbeda bahkan bisa saja menyimpang dari makna yang dimaksudkan.

Permintaan akan penerjemah juga semakin meningkat, terutama pada bahasa yang digunakan oleh negara-negara maju, salah satunya adalah bahasa korea. Bahasa Korea semakin populer semenjak meningkatnya perusahaan bisnis, budaya, dan pendidikan di sana. Hal ini membuat terjemahan Indonesia ke Korea semakin penting untuk menjalin hubungan dengan Korea.

Terjemahan Indonesia ke Korea memiliki tantangan tersendiri, mengingat ada beberapa perbedaan struktural dan kultural yang cukup besar antara kedua bahasa tersebut. Banyak kesalahan yang dapat terjadi selama melakukan terjemahan, yang bisa mempengaruhi pada kualitas dan keakuratan makna yang ingin disampaikan. Apabila kamu pernah mendapatkan hasil terjemahan yang salah, maka kamu berada di tempat yang benar karena yang kamu perlukan adalah memilih jasa penerjemah tersumpah dan profesional, Translation Transfer.

Artikel ini akan membahas 5 kesalahan umum dalam terjemahan Indonesia ke Korea. Sehingga kamu tidak mendapatkan pengalaman buruk yang sama dalam terjemahan.

Baca juga: Lokalisasi Konten Multibahasa | 10 Kesalahan Fatal yang Harus Dihindari!

5 Kesalahan Terjemahan Indonesia ke Korea

1. Mengabaikan Perbedaan Struktur Kalimat

Salah satu kesalahan umum yang paling sering ditemui adalah mengabaikan perbedaan stuktur kalimat di antara bahasa Indonesia dan bahasa Korea. Bahasa Indonesia memiliki struktur subjek-predikat-objek (SPO), sementara bahasa Korea cenderung mempunyai struktur subjek-objek-predikat (SOP). Dari perbedaan struktur kalimat ini saja penerjemah sering terjebak dalam menerjemahkan kalimat sehingga orang-orang Korea kesulitan memahami makna yang dimasudkan.

Misalnya, kalimat dalam bahasa Indonesia “Saya makan nasi” jika diterjemahkan ke Korea, terjadi perubahan struktur sehingga menjadi “Saya nasi makan”, yang dalam bahasa Koreanya adalah “저는 밥을 먹어요” (Jeoneun babeul meogeoyo). Jika penerjemah tidak melakukan perubahan struktur tersebut, bahasa tersebut akan kurang alami dan orang Korea juga kurang nyaman membacanya sehingga bisa saja dokumen penting ataupun kontrak bisnis kamu bisa ditolak.

Dalam hal ini Translation Transfer melibatkan bukan hanya sekadar menerjemahkan dan mengalihkan kata-kata, tetapi juga mengharuskan penerjemah memikirkan ulang susunan kalimat agar pesan yang ingin disampaikan dapat diterima dengan alami dalam bahasa Korea. Kami memastikan bahwa makna dan struktur kalimat dalam bahasa Korea tetap diperthankan, meskipun ada rekonstruksi kalimat sesuai dengan aturan bahasa sasaran.

2. Mengabaikan Konteks Budaya dan Nuansa

Kesalahan selanjutnya yang sering terjadi adalah tidak mempertimbangan konteks budaya dan nuansa. Ketika melakukan proses penerjemahan ungkapan atau idiom dari bahasa Indonesia ke Korea, penerjemah tidak bisa menerjemahkan kata-kata tertentu secara literral, tetapi juga harus mempertimbangkan apakah kata-kata tersebut memiliki padanan yang sama dalam budaya sasaran. Terjemahan yang tidak sesuai budaya dan nuansa juga bisa memberikan kesalahpahaman dan menyinggung komunitas tertentu sehingga dokumen kamu dianggap ilegal dan ditolak.

Misalnya, ungkapan dalam bahasa Indonesia seperti “Selamat pagi” diterjemahkan secara literal menjadi “좋은 아침” (joeun achim) dalam bahasa Korea, tetapi menurut budaya di sana, orang Korea lebih sering menggunakan “안녕하세요” (annyeonghaseyo) karena memiliki nuansa lebih ramah dan sopan. Dalam hal ini, Translation Transfer memperhatikan betul nuansa budaya dan istilah-istilah yang memiliki kepadanan yang setara dengan bahasa target agar sesuai dengan konteks di Korea.

terjemahan Indonesia ke korea

3. Menerjemahkan Idiom secara Literal

Setiap negara pasti memiliki istilah dan idiom yang hanya dimengerti oleh komunitas mereka saja. Terkadang penerjemah tergoda untuk menerjemahkan kata demi kata, tanpa melihat kepadanan dan konteks bahasa secara keseluruhan. Padahal Belum tentu idiom di Indonesia sama di Korea, atau bisa saja idiom tersebut tidak ada padanannya di bahasa target. Hal ini bisa menyebabkan bahasa menjadi kaku dan tidak alami.

Idiomatisme bukan hanya sekada kata tetapi juga terdapat konsep dan pemahaman yang unik dalam budaya tertentu. Contohnya dalam kata “gue” dalam bahasa Indonesia, terjemahan yang tepat dalam bahasa Korea akan menggunakan kata 저” (jeo) untuk menggantikan “gue”, yang lebih sopan dan sesuai dengan konteks.

4. Menyalahgunakan Honorifik dan Tingkatan Bahasa

Dalam bahasa terdapat bahasa yang digunakan suntuk situasi formal atau informal, tergantung dari hubungan antara pembicara dan pendengar. Apalagi dalam budaya Asia, termasuk Indonesia dan Korea, yang menggunakan tingkatan bahasa atau honorifik bahasa dalam percakapan mereka. Jika ada kesalahan dalam penggunaan honrifik, terjemahan tersebut bisa berubah maknanya dan dianggap tidak sopan atau mengurangi keakraban yang seharusnya disampaikan kepada audiens.

Sebagai contoh, jika seseorang mengatakan “kamu makan” dalam bahasa Indonesia di konteks yang lebih formal, penerjemah perlu mempertimbangkan pemilihan tingkat kehormatan dalam bahasa Korea. Dalam hal ini, terjemahan yang tepat dalam bahasa Korea adalah “당신은 드세요?” (dangshineun deuseyo?) atau bentuk lebih sopan lainnya, bukan sekadar “너는 먹어?” (neoneun meoge?).

5. Kesalahan Menggunakan Kata Serapan

Kesalahan terakhir dalam terjemahan Indonesia ke Korea adalah kesalahan menggunakan kata serapan antara bahasa Indonesia dan Korea. Beberapa kata serapan dari bahasa asing (seperti bahasa Inggris) sering salah diterjemahkan dan tidak sesuai dengan penggunaan umum dalam bahasa Korea. Bahkan beberapa kata serapan dalam bahasa Indonesia mungkin memiliki terjemahan yangn berbeda dalam bahasa Korea, atau bahkan tidak digunakan sama sekali.

Misalnya, kata “internet” dalam bahasa Indonesia bisa diserap langsung menjadi “인터넷” (inteonet) dalam bahasa Korea, tetapi dalam konteks tertentu bisa ada variasi lain yang lebih cocok.

Nah, itu tadi 5 kesalahan umum terjemahan Indonesia ke Korea. Terjemahan Indonesia ke Korea memang bukanlah hal yang mudah, terutama jika kita tidak memahami nuansa dan struktur bahasa yang ada. Kesalahan-kesalahan yang telah dibahas di atas dapat mengurangi kualitas terjemahan dan mengubah makna yang sebenarnya. Oleh karena itu, untuk mencapai hasil terjemahan yang akurat dan efektif, penting untuk tidak hanya mengetahui aturan tata bahasa, tetapi juga memahami budaya dan konteks yang terkandung dalam bahasa tersebut. Dengan perhatian yang lebih teliti pada detail-detail kecil ini, kita dapat menghasilkan terjemahan yang lebih baik dan lebih relevan untuk audiens berbahasa Korea.

Simak juga: Jasa Interpreter Korea | 4 Influencer Ini Ternyata Penerjemah Idol K-Pop

Jangan Biarkan Kesalahan Terjemahan Merusak Pesan Kamu!

Jika kamu ingin memastikan terjemahan Indonesia ke Korea yang akurat, alami, dan sesuai dengan konteks budaya, Translation Transfer siap membantu kamu. Kami memiliki tim penerjemah profesional yang memahami seluk-beluk bahasa dan budaya kedua negara, serta siap memberikan terjemahan berkualitas tinggi untuk kebutuhan pribadi, bisnis, atau akademik kamu.

Hubungi kami sekarang dan dapatkan terjemahan yang tepat, sesuai konteks, dan akurat. Klik di sini untuk memulai!

Baca selanjutnya: Program G to G Korea: Peluang Kerja di Korea dengan Jalur Resmi dan Aman

terjemahan indonesia ke korea

banner smart slider

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

penerjemah tersumpah

Postingan Lainnya

Dapatkan Layanan Cepat Akurat Tepercaya

Bersama Penerjemah Resmi

Berikan kami kesempatan untuk membantu untuk menemukan layanan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Kami siap melayani Anda kapanpun itu.

Konsultasi GRATIS!

Share

Dapatkan Tips dan Info Terbaru! Gabung Sekarang

Postingan Terkait