Penerjemah Resmi
by Translation Transfer
Penulis: Moh. Said Mahri

Bagaimana Cara Interpreter Membantu Sidang Cerai dengan WNA di Pengadilan | Sidang cerai yang melibatkan pasangan beda kewarganegaraan punya tantangan tersendiri dibanding perkara cerai pada umumnya. Salah satu kendala utama yang sering muncul adalah perbedaan bahasa antara pihak WNI dan WNA. Di sinilah kehadiran interpreter atau juru bahasa tersumpah jadi penentu jalannya persidangan.
Interpreter bertugas menjembatani komunikasi lisan antara pihak yang tidak menguasai bahasa Indonesia dengan majelis hakim, panitera, maupun kuasa hukum. Tanpa juru bahasa yang kompeten, isi keterangan, tuntutan, dan jawaban dalam persidangan berisiko disampaikan secara tidak akurat, yang pada akhirnya bisa memengaruhi putusan hakim.
Kebutuhan juru bahasa dalam proses peradilan bukan sekadar kebiasaan praktik, melainkan sudah diatur dalam ketentuan hukum acara. Pasal 131 Herzien Inlandsch Reglement (HIR), yang jadi acuan hukum acara perdata di wilayah Jawa dan Madura, mengatur keberadaan penerjemah bagi pihak berperkara yang tidak memahami bahasa Indonesia. Ketentuan senada juga terlihat dalam Rechtsreglement voor de Buitengewesten (RBg) untuk wilayah luar Jawa dan Madura.
Selain itu, Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan, khususnya Pasal 31, menegaskan bahwa dokumen resmi yang melibatkan pihak asing wajib diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh penerjemah tersumpah. Aturan teknis soal syarat dan pengangkatan penerjemah tersumpah kemudian diperjelas lewat Permenkumham Nomor 29 Tahun 2016 yang telah diperbarui dengan Permenkumham Nomor 4 Tahun 2019.
Baca Juga: Penerjemah Tersumpah Banyuwangi Cepat
Istilah hukum dalam perkara cerai punya makna teknis yang khas, misalnya hak asuh anak, harta gono-gini, nafkah iddah, atau gugatan rekonvensi. Kalau diterjemahkan sembarangan, makna aslinya bisa melenceng jauh dari yang dimaksud pengadilan.
Interpreter yang terlatih dalam bidang hukum paham betul cara menerjemahkan istilah semacam ini secara tepat, sehingga pihak WNA benar-benar mengerti isi gugatan maupun proses yang sedang berlangsung. Kemampuan ini yang membedakan juru bahasa hukum dengan penerjemah bahasa sehari-hari.
Baca Juga: penerjemah tersumpah portugis Jakarta
Kesalahan penerjemahan dalam sidang cerai bisa berakibat serius. Bayangkan kalau pihak WNA salah paham soal tuntutan hak asuh anak, atau keliru menangkap maksud pembagian harta bersama. Dampaknya bisa memicu perselisihan baru yang memperpanjang proses persidangan, bahkan berpotensi menimbulkan gugatan banding karena salah satu pihak merasa haknya tidak tersampaikan dengan benar.
Solusinya jelas: hadirkan interpreter profesional sejak awal proses persidangan, bukan cuma saat sidang pembacaan putusan. Kehadiran juru bahasa sejak sidang pertama membantu kedua pihak memahami alur perkara secara konsisten dari awal sampai akhir.
Baca Juga: Penggunaan Mr, Ms, Miss, dan Mrs yang Perlu Kamu Ketahui
Dua isu ini biasanya jadi titik paling sensitif dalam sidang cerai campuran. Pembagian harta gono-gini kerap melibatkan aset di dua negara berbeda, sementara hak asuh anak menyangkut aturan hukum keluarga yang bisa berbeda antara sistem hukum Indonesia dan negara asal pasangan WNA.
Juru bahasa yang menguasai istilah hukum keluarga membantu memastikan kedua pihak memahami implikasi setiap keputusan hakim. Dengan begitu, risiko munculnya kesalahpahaman yang berujung pada eksekusi putusan yang sulit dijalankan bisa ditekan.
Baca Juga: 5 Dialog Bahasa Inggris tentang Liburan dan Artinya
Prinsip persamaan di depan hukum berlaku untuk semua pihak yang berperkara di pengadilan Indonesia, termasuk WNA. Kehadiran interpreter jadi wujud nyata pemenuhan hak tersebut, karena pihak asing berhak memahami penuh proses hukum yang sedang dijalaninya, mulai dari pembacaan gugatan sampai pembacaan putusan akhir.
Baca Juga: Contoh Descriptive Teks dalam Bahasa Inggris
Proses menghadirkan interpreter di persidangan cerai tidak bisa dilakukan mendadak. Ada beberapa tahapan yang perlu disiapkan kuasa hukum atau pihak berperkara jauh sebelum sidang berlangsung, mulai dari penerjemahan dokumen sampai pendaftaran resmi juru bahasa ke pengadilan.

Beberapa dokumen yang umumnya wajib diterjemahkan oleh penerjemah tersumpah dalam perkara cerai WNI-WNA antara lain:
Semua dokumen di atas harus melalui penerjemah tersumpah yang terdaftar resmi di Kementerian Hukum dan HAM agar sah digunakan sebagai alat bukti di persidangan.
Setelah dokumen tertulis siap, langkah berikutnya adalah mengajukan permohonan kehadiran juru bahasa lisan kepada panitera pengadilan yang menangani perkara. Biasanya permohonan ini diajukan bersamaan dengan pendaftaran gugatan cerai atau paling lambat sebelum sidang pertama digelar.
Panitera akan mencatat identitas dan kualifikasi interpreter yang diajukan, termasuk memastikan yang bersangkutan memang berkompeten dan, kalau memungkinkan, memiliki sertifikasi resmi. Pada sidang, juru bahasa akan diambil sumpah atau janjinya oleh hakim ketua sebelum mulai menjalankan tugas penerjemahan, sesuai prinsip yang juga dianut dalam hukum acara pengadilan di Indonesia.
Banyak pihak berperkara tergoda memakai bantuan keluarga atau teman yang kebetulan menguasai dua bahasa, alih-alih menyewa interpreter profesional. Padahal, ada perbedaan mendasar antara keduanya, baik dari sisi netralitas maupun keabsahan hukum.
Kerabat atau kenalan yang membantu menerjemahkan berpotensi punya kepentingan pribadi terhadap hasil perkara, sehingga objektivitas terjemahan bisa diragukan. Hakim pun berhak mempertanyakan independensi orang tersebut sebagai penerjemah dalam persidangan.
Interpreter independen, sebaliknya, tidak punya hubungan personal dengan pihak yang berperkara. Posisi netral ini membuat hasil terjemahannya lebih dipercaya sebagai representasi akurat dari keterangan yang disampaikan di ruang sidang.
Dari sisi keabsahan, penerjemah tersumpah punya kekuatan hukum karena telah diangkat sumpah sesuai Permenkumham Nomor 29 Tahun 2016 dan terdaftar resmi di Kemenkumham. Terjemahan yang dihasilkannya bisa langsung dijadikan alat bukti sah di persidangan.
Sebaliknya, bantuan bahasa dari kerabat tanpa sertifikasi resmi berisiko ditolak sebagai alat bukti atau dipertanyakan keabsahannya oleh majelis hakim. Karena itu, memakai jasa interpreter dan penerjemah tersumpah bersertifikat jadi pilihan yang jauh lebih aman untuk memastikan proses sidang cerai berjalan lancar dan hasil putusannya kuat secara hukum. Translation Transfer menyediakan layanan penerjemah tersumpah dan interpreter berpengalaman untuk membantu kelengkapan bahasa dalam proses hukum semacam ini.
Terjemahkan Kebutuhan Anda Sekarang!
📱 WhatsApp: 0856-6671-475
📧 Email: admin@translationtransfer.com
📸 Instagram: @translationtransfer
Translation Transfer – Penerjemah.id Jasa Penerjemah Tersumpah Profesional untuk Kebutuhan Penerjemahan, Cepat, Legal, dan Terpercaya.
Referensi:


