Penerjemah Resmi
by Translation Transfer

Oleh : Wahyu Jum’ah Maulidan
HSK sudah lulus tapi dokumen belum tersumpah beasiswa China bisa gagal | Banyak calon penerima beasiswa China yang sudah bersusah payah mempersiapkan diri selama berbulan-bulan, lulus ujian HSK dengan nilai memuaskan, dan mengumpulkan semua dokumen akademik yang dibutuhkan, tapi kemudian gagal di tahap akhir karena satu hal yang sering dianggap sepele: dokumen yang belum diterjemahkan oleh penerjemah tersumpah. Ini bukan kabar burung, tapi kenyataan yang dialami oleh banyak pendaftar beasiswa pemerintah China atau Chinese Government Scholarship (CGS) setiap tahunnya.
Sebelum membahas lebih jauh, penting untuk memahami mengapa pemerintah China dan universitas-universitas di sana sangat ketat soal persyaratan dokumen tersumpah ini dan apa konsekuensinya kalau syarat ini tidak dipenuhi.
Universitas-universitas di China yang menerima mahasiswa internasional diwajibkan oleh Kementerian Pendidikan China untuk memverifikasi keabsahan semua dokumen yang diajukan pendaftar. Bagian dari proses verifikasi ini adalah memastikan bahwa terjemahan dokumen dilakukan oleh penerjemah yang memiliki kewenangan hukum resmi, bukan sekadar orang yang fasih berbahasa Mandarin.
Dokumen yang tidak diterjemahkan oleh penerjemah tersumpah dianggap tidak memiliki kekuatan hukum dan tidak bisa dipakai sebagai dasar pengambilan keputusan resmi oleh institusi pendidikan di China. Ini adalah standar yang berlaku secara konsisten dan tidak ada pengecualian apapun, bahkan untuk pendaftar dengan nilai HSK sempurna sekalipun (sumber: China Scholarship Council, 2024).
Terjemahan biasa adalah terjemahan yang dilakukan oleh siapapun yang mampu berbahasa Mandarin, termasuk teman, kenalan, atau biro terjemahan yang tidak memiliki kualifikasi hukum resmi. Terjemahan jenis ini mungkin akurat secara linguistik, tapi tidak memiliki pengakuan hukum yang diperlukan untuk keperluan resmi seperti pendaftaran beasiswa.
Terjemahan tersumpah adalah terjemahan yang dilakukan oleh penerjemah yang sudah mendapat sertifikasi resmi dari negara, dalam konteks Indonesia adalah penerjemah yang tersertifikasi oleh Kementerian Hukum dan HAM. Setiap terjemahan tersumpah disertai tanda tangan, cap resmi, dan pernyataan tanggung jawab hukum dari penerjemah yang bersangkutan, menjadikannya dokumen yang diakui secara hukum di tingkat internasional.
Berdasarkan pengalaman yang banyak dibagikan oleh alumni program beasiswa China asal Indonesia, penolakan karena dokumen terjemahan yang tidak tersumpah adalah salah satu alasan paling umum mengapa pendaftar yang secara akademik sudah memenuhi syarat tetap gagal mendapatkan beasiswa. Yang paling menyakitkan adalah penolakan ini sering terjadi di tahap akhir proses seleksi, setelah pendaftar sudah melewati banyak tahapan sebelumnya.
Universitas di China umumnya tidak memberikan kesempatan untuk melengkapi dokumen yang kurang setelah tenggat waktu pengajuan. Artinya, satu dokumen yang salah format bisa menggugurkan seluruh aplikasi beasiswa yang sudah susah payah disiapkan.
Baca juga : Peluang Kuliah S2 ke Australia Lewat Beasiswa AAS 2026
Memahami daftar dokumen yang memerlukan terjemahan tersumpah adalah langkah pertama yang harus dilakukan setiap calon pendaftar beasiswa China jauh sebelum mendekati tenggat waktu pendaftaran.

Dokumen akademik yang hampir selalu wajib diterjemahkan tersumpah mencakup ijazah terakhir, transkrip nilai, dan surat rekomendasi dari institusi akademik. Kalau kamu melamar untuk program S2 atau S3, ijazah dan transkrip S1 atau S2 perlu diterjemahkan secara tersumpah ke dalam bahasa Mandarin atau Inggris sesuai ketentuan universitas tujuan.
Satu hal yang sering terlewat adalah surat keterangan lulus atau SKL yang dikeluarkan sementara sebelum ijazah resmi terbit. Kalau kamu baru saja wisuda dan ijazah belum keluar, SKL yang diterjemahkan tersumpah bisa menjadi pengganti sementara, tapi pastikan dulu bahwa universitas tujuan menerima dokumen ini sebagai substitusi.
Selain dokumen akademik, beberapa universitas dan program beasiswa juga mensyaratkan terjemahan tersumpah untuk dokumen sipil seperti akta kelahiran, kartu keluarga, dan dalam beberapa kasus surat keterangan catatan kepolisian atau SKCK. Dokumen-dokumen ini perlu diterjemahkan ke dalam bahasa Mandarin oleh penerjemah tersumpah yang memiliki kompetensi di bidang dokumen hukum dan sipil.
Pastikan kamu mengecek secara spesifik persyaratan dari universitas dan program beasiswa yang kamu tuju, karena ketentuan bisa berbeda antara satu institusi dengan institusi lainnya meskipun sama-sama berada di bawah program Chinese Government Scholarship.
Menariknya, sertifikat HSK yang sudah kamu perjuangkan dengan susah payah itu sendiri biasanya tidak perlu diterjemahkan karena sudah dikeluarkan dalam format bilingual oleh Hanban atau lembaga resmi yang mengelola ujian HSK. Namun dokumen pendukung lain seperti sertifikat prestasi, penghargaan akademik, atau publikasi ilmiah yang dikeluarkan dalam bahasa Indonesia tetap perlu melalui proses terjemahan tersumpah (sumber: Hanban, 2024).
Baca juga : Perbedaan Beasiswa LPDP, AAS, dan Fulbright: Mana Terbaik?
Mengetahui bahwa dokumen harus diterjemahkan tersumpah adalah satu hal, tapi memahami prosesnya secara lengkap akan membantu kamu menghindari kesalahan yang bisa membuang waktu dan biaya.
Proses lengkap yang perlu dilalui untuk mendapatkan dokumen yang siap digunakan untuk pendaftaran beasiswa China umumnya mencakup beberapa tahap. Pertama, dokumen asli perlu dilegalisasi di tingkat institusi penerbit, misalnya kampus untuk ijazah atau Dukcapil untuk akta kelahiran. Setelah itu, dokumen perlu mendapat legalisasi dari Kementerian Hukum dan HAM dan Kementerian Luar Negeri sebelum bisa dibawa ke Kedutaan Besar China di Jakarta untuk legalisasi akhir.
Terjemahan tersumpah idealnya dilakukan setelah proses legalisasi di tingkat nasional selesai, karena dokumen yang sudah dilegalisasi itulah yang akan menjadi dasar terjemahan yang sah secara hukum. Urutan proses ini penting dan tidak bisa dibalik sembarangan.
Tidak semua orang yang mengklaim diri sebagai penerjemah tersumpah memiliki sertifikasi yang valid. Penerjemah tersumpah yang sah di Indonesia adalah mereka yang telah mendapat pengangkatan resmi dari Kementerian Hukum dan HAM dan memiliki nomor registrasi yang bisa diverifikasi. Sebelum menggunakan jasa penerjemah, pastikan kamu meminta bukti sertifikasi resmi mereka.
Untuk keperluan beasiswa China, pilih penerjemah tersumpah yang memiliki pengalaman spesifik menangani dokumen untuk universitas atau institusi di China, karena mereka sudah familiar dengan format dan terminologi yang diterima oleh institusi di sana.
Baca juga : Beasiswa Full Cover S2 dan S3 ke Australia via AAS 2026
Lulus HSK dengan nilai tinggi adalah pencapaian luar biasa yang perlu diapresiasi, tapi itu baru satu bagian dari perjalanan panjang menuju beasiswa China. Memastikan semua dokumen sudah diterjemahkan tersumpah dengan benar dan tepat waktu adalah bagian yang sama pentingnya dan tidak boleh ditunda hingga mendekati tenggat waktu pendaftaran. Mulai persiapkan dokumen kamu dari jauh hari agar peluang beasiswa yang sudah di depan mata tidak terlewat karena hal yang sebenarnya bisa diantisipasi sejak awal.
Baca juga : Kuliah S2 Gratis di Australia dengan Beasiswa AAS: Ini Caranya
Referensi:
China Scholarship Council. (2024). Application Guidelines for Chinese Government Scholarship. https://www.csc.edu.cn/chuguo
Hanban. (2024). HSK Certificate and Official Documentation Guidelines. http://www.chinesetest.cn
Kedutaan Besar Republik Rakyat China di Indonesia. (2024). Prosedur Pengajuan Visa Pelajar dan Beasiswa. http://id.china-embassy.gov.cn


