Penerjemah Resmi
by Translation Transfer
Penulis: Moh. Said Mahri

Kuliah di Taiwan Lebih Murah dari Jepang, tapi Dokumennya Sama Ketatnya | Taiwan sering luput dari radar pelajar Indonesia yang bermimpi kuliah di Asia Timur. Kebanyakan orang langsung tertuju ke Jepang karena pengaruh budaya pop, anime, dan nama besar universitas seperti Tokyo University atau Waseda. Padahal dari sisi biaya, Taiwan menawarkan angka yang jauh lebih ramah di kantong, dengan kualitas akademik yang tak kalah kompetitif. Masalahnya, proses pemberkasan menuju kursi kuliah di Taiwan hampir sama panjang dan ketatnya dengan Jepang. Artikel ini membahas apa saja yang perlu kamu siapkan sebelum memutuskan berangkat.
Taiwan memiliki lebih dari 150 universitas dan perguruan tinggi, mencakup institusi negeri maupun swasta, yang masing-masing memiliki struktur biaya kuliah tersendiri. Biaya kuliah untuk mahasiswa internasional umumnya lebih tinggi dibanding mahasiswa lokal.
Secara umum, uang kuliah di universitas negeri Taiwan untuk jenjang S1 berkisar antara NT$40.000 hingga NT$80.000 per semester, tergantung program studi. Panduan keuangan studi di Taiwan menyebutkan kisaran biaya kuliah antara NT$40.000 hingga NT$120.000 per semester untuk mahasiswa internasional. Program teknik dan kedokteran cenderung berada di angka tertinggi, sementara ilmu sosial dan humaniora biasanya lebih terjangkau.
Sebagai perbandingan cepat: universitas negeri Jepang menetapkan biaya kuliah standar sekitar ¥535.800 per tahun ditambah biaya pendaftaran sekitar ¥282.000, sedangkan universitas swasta mematok biaya kuliah antara ¥700.000 hingga ¥1.500.000 per tahun. Dengan kurs saat ini, biaya kuliah tahunan di universitas negeri Jepang setara sekitar Rp57 juta, sementara Taiwan bisa ditekan hingga separuhnya untuk program serupa.
Baca Juga: Contoh Descriptive Teks dalam Bahasa Inggris
Biaya hidup mahasiswa di Taiwan diperkirakan sekitar 680–880 euro per bulan di luar biaya kuliah. Untuk akomodasi, asrama kampus berkisar 80–200 euro per bulan, sementara apartemen sewaan di luar kampus bisa mencapai 300–600 euro per bulan tergantung lokasi.
Taipei adalah kota termahal di Taiwan. Mahasiswa yang tinggal di kota seperti Taichung, Tainan, atau Hsinchu bisa memangkas pengeluaran bulanan cukup signifikan. Untuk makan, warung-warung night market dan kantin kampus menyediakan pilihan makanan dengan harga NT$50 hingga NT$100 per porsi, setara sekitar Rp25.000 hingga Rp50.000. Ini jauh lebih hemat dibanding biaya makan harian di Tokyo atau Osaka.
Baca Juga: 5 Dialog Bahasa Inggris tentang Liburan dan Artinya
Proses pemberkasan adalah bagian yang paling sering membuat calon mahasiswa WNI mundur sebelum benar-benar mendaftar. Ijazah dan transkrip nilai wajib tersedia dalam bahasa Inggris atau Mandarin. Jika dokumen asli tidak dalam kedua bahasa tersebut, maka harus diterjemahkan dan dilegalisasi hingga tahap TETO.
Di sinilah peran penerjemah tersumpah menjadi sangat krusial. Terjemahan biasa, informal, atau semi-formal tidak diterima dan akan langsung ditolak oleh TETO atau institusi Taiwan. Dokumen resmi seperti ijazah, akta, dan surat keterangan mengandung istilah hukum yang tidak boleh salah diterjemahkan. Penerjemah tersumpah memiliki sertifikasi resmi dari pemerintah Indonesia dan tanda tangan yang diakui secara hukum, sehingga dokumen yang dihasilkan memenuhi standar verifikasi internasional.
Baca Juga: Penggunaan Mr, Ms, Miss, dan Mrs yang Perlu Kamu Ketahui
TETO (Taipei Economic and Trade Office) berfungsi sebagai perwakilan resmi pemerintah Taiwan di Indonesia, yang menangani berbagai kebutuhan administratif terkait Taiwan, termasuk pengurusan visa, legalisasi dokumen, dan kerja sama pendidikan.
Dokumen Indonesia yang akan dilegalisasi di TETO perlu dilegalisasi terlebih dahulu di Departemen Hukum dan HAM serta Departemen Luar Negeri. Jika dokumen diterjemahkan oleh penerjemah tersumpah, terjemahan tersebut juga perlu dilegalisasi di Kemenkumham dan Kemenlu sebelum diserahkan ke TETO. Urutan tahapan ini tidak boleh ditukar.
Baca Juga: penerjemah tersumpah portugis Jakarta

Langkah pertama adalah menentukan universitas tujuan berdasarkan program studi yang kamu minati. Taiwan memiliki beberapa universitas besar yang populer di kalangan mahasiswa Indonesia, seperti National Taiwan University (NTU), National Taiwan Normal University (NTNU), National Cheng Kung University (NCKU), dan National Tsing Hua University (NTHU). Masing-masing punya portal pendaftaran mandiri dengan tenggat waktu dan persyaratan yang berbeda.
Setelah memilih universitas, cek halaman resmi program studi yang dituju untuk melihat apakah Letter of Acceptance (LoA) perlu diperoleh terlebih dahulu sebelum mendaftar beasiswa atau visa. Untuk jenjang S2 dan S3, menghubungi calon profesor pembimbing sejak awal sangat disarankan karena sebagian besar program riset mensyaratkan konfirmasi dari profesor sebelum proses admisi dimulai.
Baca Juga: Penerjemah Tersumpah Banyuwangi Cepat
Residence Visa yang didapat dari TETO Indonesia harus diubah menjadi ARC (Alien Residence Card) dalam 14 hari setelah tiba di Taiwan. Oleh karena itu, disarankan datang sekitar 3–5 hari sebelum semester baru dimulai agar punya cukup waktu mengurus ARC.
Medical Check Up (MCU) adalah salah satu dokumen yang diwajibkan dalam pengajuan visa pelajar. MCU dilakukan di rumah sakit atau klinik yang memiliki formulir resmi sesuai ketentuan TETO. Hasil MCU kemudian perlu dilegalisasi sebelum diserahkan bersama berkas visa lainnya. Jadwal pengumpulan dokumen ke kantor TETO Jakarta berada di Gedung Artha Graha Lantai 17, dan pastikan semua fotokopi dokumen sudah disiapkan sebelum datang karena TETO tidak menyediakan jasa fotokopi di lokasi.
Dari sisi biaya kumulatif, perbedaan antara Taiwan dan Jepang cukup mencolok. Jika mengambil program S1 empat tahun di universitas negeri, estimasi kasar biaya kuliah di Taiwan berkisar antara Rp80 juta hingga Rp120 juta selama empat tahun. Di Jepang, biaya kuliah tahunan universitas negeri berada di angka ¥535.800 ditambah biaya pendaftaran ¥282.000 di tahun pertama, sehingga akumulasi empat tahun bisa mencapai sekitar ¥2.425.200 atau lebih dari Rp260 juta dengan kurs saat ini.
Selisih biaya kuliah saja sudah mencapai lebih dari Rp140 juta selama empat tahun. Jika ditambah biaya hidup, perbedaannya semakin lebar karena Tokyo secara konsisten masuk dalam jajaran kota dengan biaya hidup tertinggi di Asia.
Ini adalah bagian yang sering diremehkan calon mahasiswa. TOCFL digunakan Taiwan sebagai salah satu syarat masuk universitas berbahasa pengantar Mandarin, baik di jenjang S1 maupun S2. Untuk pengajuan beasiswa S1, biasanya minimal diminta lulus Band A2.
Untuk program berbahasa Jepang di Jepang, kamu biasanya diminta memiliki sertifikat JLPT minimal level N2, sementara untuk program internasional berbahasa Inggris, diperlukan skor TOEFL atau IELTS sesuai ketentuan universitas masing-masing.
Dari sisi kesulitan persiapan, keduanya membutuhkan komitmen waktu yang tidak sedikit. TOCFL tingkat pemula sudah lebih sulit dibanding HSK tingkat pertama, sehingga kosakata dan struktur yang dikuasai harus lebih banyak bahkan di level awal. Sementara JLPT N2 yang menjadi syarat masuk universitas Jepang dianggap sebagai salah satu level paling menantang bagi pelajar Indonesia yang baru mulai belajar bahasa Jepang.
Kabar baiknya, TOCFL ideal dipilih jika kamu ingin kuliah di Taiwan, mengikuti beasiswa Taiwan, atau lebih nyaman dengan aksara tradisional Mandarin. Bagi kamu yang sudah pernah belajar Mandarin dasar sebelumnya, TOCFL bisa menjadi jalur yang lebih efisien dibanding memulai JLPT dari nol.
Kesimpulannya, Taiwan memang menawarkan biaya studi yang lebih rendah dari Jepang secara keseluruhan. Namun, jalur administrasinya sama-sama memerlukan kesabaran, ketelitian, dan persiapan dokumen yang matang. Mulai dari terjemahan tersumpah, legalisasi bertahap di Kemenkumham dan Kemenlu, hingga autentikasi akhir di TETO, setiap langkah punya konsekuensi jika dilewati atau dilakukan tidak sesuai urutan.
Terjemahkan Kebutuhan Anda Sekarang!
📱 WhatsApp: 0856-6671-475
📧 Email: admin@translationtransfer.com
📸 Instagram: @translationtransfer
Translation Transfer – Jasa Penerjemah Tersumpah Profesional untuk Kebutuhan Penerjemahan, Cepat, Legal, dan Terpercaya.
Referensi:


