Penerjemah Resmi
by Translation Transfer

Oxford vs Cambridge: Kampus Mana yang Lebih Banyak Terima WNI? – Oxford dan Cambridge selalu menjadi nama yang muncul ketika membahas kampus impian di Inggris, termasuk bagi pelajar Indonesia.
Keduanya sama sama masuk jajaran universitas terbaik dunia.
Pertanyaan yang sering muncul adalah kampus mana yang sebenarnya lebih banyak menerima Warga Negara Indonesia (WNI).
Artikel ini mengulas data terkini seputar jumlah pelajar Indonesia di Inggris serta persiapan yang dibutuhkan sebelum berangkat studi.
Sebelum membandingkan Oxford dan Cambridge secara spesifik, penting memahami gambaran umum minat pelajar Indonesia terhadap pendidikan tinggi di Inggris.
Berdasarkan data Higher Education Statistics Agency (HESA), jumlah mahasiswa Indonesia di Inggris tumbuh dari sekitar 3.095 orang pada tahun akademik 2018/2019 menjadi sekitar 4.230 orang pada tahun akademik 2022/2023.
Pada periode sebelumnya, HESA juga mencatat sekitar 3.135 pelajar Indonesia belajar di UK pada tahun akademik 2020/2021. Data ini menunjukkan tren positif yang konsisten.
Data yang dihimpun SI-UK dari HESA menunjukkan kampus dengan jumlah pelajar Indonesia terbanyak justru bukan Oxford maupun Cambridge, melainkan University College London dengan 561 mahasiswa, University of Manchester dengan 440 mahasiswa, serta University of Edinburgh dan University of Glasgow yang masing masing sekitar 306 mahasiswa.
Hal ini wajar karena kampus kampus tersebut menawarkan kuota jauh lebih besar dibanding Oxford dan Cambridge yang sangat selektif.
Baca Juga: Bagaimana Cara Memastikan Terjemahan Ijazah Lolos Verifikasi LPDP
Jumlah mahasiswa di Oxford mencapai lebih dari 26.000 orang dari jenjang sarjana hingga pascasarjana, sementara kursi program sarjana hanya sekitar 3.300 per tahun sehingga persaingannya sangat ketat.
Mahasiswa asing di Oxford mencapai sekitar 46 persen dari total populasi kampus, atau setara 12.075 orang.
Salah satu sumber mencatat bahwa dari total sekitar 23.000 mahasiswa Oxford, termasuk 11.000 mahasiswa pascasarjana, terdapat sekitar 140 mahasiswa program PhD asal Indonesia.
Meski terlihat kecil dibanding total populasi kampus, angka ini cukup berarti mengingat tingkat seleksi Oxford yang sangat ketat di jenjang doktoral.
Baca Juga: Apa Perbedaan Dokumen LPDP Dalam Negeri dan Luar Negeri yang Tersumpah
Berbeda dari Oxford yang memiliki catatan lebih spesifik soal jumlah pelajar Indonesia di jenjang PhD, publikasi resmi mengenai angka WNI di Cambridge masih relatif terbatas di sumber terbuka.
Oxford dan Cambridge merupakan dua universitas tertua di Inggris dengan rivalitas yang berlangsung lebih dari 800 tahun.
Keduanya sama sama dikenal berkualitas tinggi dan konsisten bersaing ketat di posisi lima besar dunia, sehingga jalur masuknya sama sama kompetitif bagi pelamar dari Indonesia maupun negara lain.
Lembaga seperti HESA umumnya mempublikasikan data mahasiswa internasional secara agregat per negara dan per kampus, tanpa selalu merinci hingga level program studi untuk tiap kewarganegaraan.
Karena itu, data publik yang tersedia lebih banyak menyoroti Oxford dibanding Cambridge, dan hal ini tidak berarti Cambridge menerima WNI lebih sedikit secara pasti.
Calon pelamar disarankan mengecek data resmi terbaru melalui portal HESA atau kantor internasional masing masing universitas.

Selain kuota, ketersediaan beasiswa menjadi salah satu pendorong utama.
Sebagian skema beasiswa mencakup biaya kuliah, biaya hidup, dan biaya perjalanan, sehingga mahasiswa dapat fokus pada studi tanpa khawatir soal beban finansial.
Skema ini membuka peluang lebih luas bagi pelajar Indonesia yang unggul secara akademik namun memiliki keterbatasan biaya.
Dukungan pemerintah Indonesia, termasuk beasiswa serta keleluasaan pelajar untuk menambah pengalaman kerja setelah studi selesai, juga membuat pilihan kuliah ke UK semakin diminati dari tahun ke tahun.
Berdasarkan data yang tersedia, Oxford memiliki catatan publik yang lebih spesifik terkait jumlah pelajar Indonesia, khususnya di jenjang PhD dengan sekitar 140 mahasiswa.
Sementara itu, data rinci untuk Cambridge belum banyak dipublikasikan secara terbuka, meski secara reputasi dan daya saing keduanya relatif setara.
Yang jelas, minat pelajar Indonesia terhadap pendidikan tinggi di Inggris terus meningkat, dan keduanya tetap menjadi tujuan prestisius yang sangat kompetitif.
Apa pun pilihan kampusnya, satu hal yang pasti dibutuhkan calon mahasiswa adalah kesiapan dokumen administrasi yang lengkap, akurat, dan sesuai standar internasional, mulai dari terjemahan ijazah, transkrip nilai, hingga dokumen pendukung visa pelajar.
Baca Juga: Apa yang Terjadi jika Transkrip LPDP Diterjemahkan Penerjemah Biasa
Jangan tunda impian untuk melanjutkan studi ke Oxford, Cambridge, atau kampus impian lainnya di luar negeri.
Pastikan seluruh dokumen studi Anda dipersiapkan secara benar, akurat, dan profesional bersama Translation Transfer.
Dengan layanan cepat, resmi, harga terjangkau, serta dikerjakan oleh penerjemah tersumpah, kami siap membantu proses penerjemahan dokumen studi Anda menjadi lebih aman, mudah, dan efisien.
Percayakan kebutuhan dokumen studi Anda kepada Translation Transfer agar setiap proses berjalan lancar dari awal hingga selesai.
Hubungi Translation Transfer sekarang juga melalui WhatsApp 0856-6671-475 atau kirim email ke admin@translationtransfer.com untuk konsultasi maupun pemesanan layanan.
Anda juga dapat mengikuti Instagram @translationtransfer untuk mendapatkan informasi terbaru seputar layanan penerjemahan dokumen, legalisasi, dan berbagai kebutuhan administrasi lainnya.
Jangan lupa kunjungi website www.penerjemahresmi.id untuk mengetahui informasi layanan secara lengkap, membaca artikel bermanfaat, serta mendapatkan solusi terbaik sesuai kebutuhan Anda.


