Penerjemah Resmi
by Translation Transfer

Oleh : Wahyu Jum’ah Maulidan
Saksi WNA di Sidang Tidak Bisa Bahasa Indonesia? Ini Solusi! | Dalam proses peradilan yang semakin sering melibatkan pihak-pihak dari berbagai negara, situasi di mana saksi kunci dalam sebuah persidangan adalah warga negara asing yang tidak bisa berbahasa Indonesia bukanlah hal yang langka lagi. Ketika situasi ini terjadi, pengadilan dan semua pihak yang terlibat dalam perkara dihadapkan pada tantangan yang harus diselesaikan dengan tepat agar keterangan saksi yang sangat berharga bisa diperoleh dan digunakan secara sah dalam proses peradilan. Ada solusi yang jelas untuk situasi ini, dan memahaminya dengan baik adalah kunci untuk memastikan proses persidangan tetap berjalan adil dan efektif.
Situasi di mana saksi WNA tidak memahami Bahasa Indonesia dalam persidangan Indonesia sudah diantisipasi oleh pembuat undang-undang dan diatur secara eksplisit dalam hukum acara yang berlaku.
KUHAP Pasal 177 mengatur dengan jelas bahwa jika saksi tidak memahami bahasa Indonesia, hakim ketua sidang menunjuk seorang juru bahasa yang bersumpah atau berjanji akan menerjemahkan dengan benar semua yang harus diterjemahkan. Ketentuan ini menempatkan tanggung jawab penyediaan juru bahasa atau interpreter sepenuhnya pada pengadilan, bukan pada saksi atau pihak yang menghadirkan saksi.
Baca juga : Layanan Translator KK Bahasa Belanda Terpercaya & Resmi
Selain KUHAP, hak setiap orang untuk mendapatkan bantuan interpreter dalam proses peradilan juga dijamin oleh Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik yang sudah diratifikasi Indonesia. Ini memberikan landasan hukum ganda, nasional dan internasional, yang memastikan bahwa hambatan bahasa tidak bisa dan tidak boleh menjadi alasan untuk menghalangi seseorang dari berpartisipasi secara penuh dalam proses peradilan.
Ketika pengadilan mengetahui bahwa saksi yang akan dihadirkan tidak bisa berbahasa Indonesia, ada serangkaian langkah prosedural yang harus ditempuh untuk memastikan interpreter yang tepat bisa hadir pada saat saksi diperiksa.

Solusi pertama dan paling penting adalah memastikan bahwa informasi tentang ketidakmampuan saksi berbahasa Indonesia disampaikan kepada majelis hakim sedini mungkin, jauh sebelum jadwal pemeriksaan saksi tiba. Pemberitahuan dini ini memberikan pengadilan waktu yang cukup untuk mencari dan menunjuk interpreter yang kompeten dalam bahasa yang diperlukan.
Dalam praktiknya, pihak yang menghadirkan saksi, baik jaksa penuntut umum maupun pengacara pembela, memiliki kewajiban untuk menginformasikan kepada pengadilan tentang kebutuhan interpreter ini dalam manajemen persidangan. Menunggu sampai hari pemeriksaan saksi baru mengangkat masalah bahasa akan menyebabkan penundaan yang tidak perlu dan bisa mengganggu jadwal persidangan yang sudah ditetapkan.
Baca juga : Apa Itu Terjemahan Tersumpah dan Kenapa Penting untuk Kerja di Luar Negeri?
Setelah mendapat pemberitahuan tentang kebutuhan interpreter, pengadilan akan memulai proses pencarian dan penunjukan interpreter yang sesuai. Pengadilan bisa menggunakan beberapa jalur untuk menemukan interpreter yang kompeten dalam bahasa yang diperlukan.
Jalur pertama adalah melalui jaringan penerjemah tersumpah yang sudah dikenal oleh pengadilan dan memiliki rekam jejak dalam lingkungan peradilan. Jalur kedua adalah melalui koordinasi dengan Kedutaan Besar negara asal saksi yang mungkin bisa memberikan rekomendasi interpreter yang kompeten. Jalur ketiga adalah melalui lembaga-lembaga pendidikan bahasa atau asosiasi penerjemah profesional yang memiliki database interpreter untuk berbagai bahasa.
Sebelum mulai bertugas dalam pemeriksaan saksi, interpreter yang ditunjuk oleh pengadilan wajib mengucapkan sumpah atau janji untuk menerjemahkan dengan benar dan tidak memihak. Sumpah ini adalah komponen prosedural yang wajib ada dan tidak bisa dilewatkan karena memberikan landasan hukum bagi berlangsungnya pemeriksaan saksi melalui interpreter.
Jika interpreter bertugas tanpa mengucapkan sumpah terlebih dahulu, keterangan yang diperoleh dari saksi melalui interpreter tersebut bisa dipermasalahkan keabsahannya oleh salah satu pihak yang berperkara, yang pada akhirnya bisa memengaruhi kekuatan pembuktian keterangan saksi tersebut dalam proses peradilan.
Tantangan yang paling serius muncul ketika saksi WNA berbicara dalam bahasa yang sangat jarang dan sangat sulit ditemukan interpreternya di Indonesia. Dalam situasi seperti ini, ada beberapa pendekatan yang bisa ditempuh.
Salah satu pendekatan yang bisa digunakan adalah interpretasi bertingkat melalui bahasa perantara. Misalnya, jika saksi berbicara dalam bahasa yang jarang tapi juga menguasai bahasa Inggris, bisa digunakan dua interpreter: satu dari bahasa saksi ke bahasa Inggris, dan satu lagi dari bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia. Meskipun pendekatan ini meningkatkan risiko distorsi informasi, kadang kala ini adalah satu-satunya pilihan yang praktis.
Baca juga : Cara Menerjemahkan Kontrak Kerja Asing Sebelum Ditandatangani
Penggunaan interpretasi bertingkat harus disetujui oleh majelis hakim dan semua pihak yang berperkara, dan harus didokumentasikan dengan jelas dalam berita acara persidangan. Setiap lapisan interpretasi menambah risiko distorsi, dan majelis hakim harus mempertimbangkan risiko ini dalam mengevaluasi keterangan saksi yang diperoleh melalui metode ini.
Ketika bahasa yang diperlukan benar-benar sangat langka dan tidak ada interpreter yang tersedia melalui jalur biasa, koordinasi dengan Kedutaan Besar negara asal saksi adalah salah satu opsi yang bisa memberikan solusi. Kedutaan Besar biasanya memiliki akses ke jaringan interpreter untuk bahasa negaranya dan bisa membantu memfasilitasi penyediaan interpreter yang diperlukan, meskipun proses ini membutuhkan waktu yang mungkin lebih panjang dari yang ideal.
Kualitas interpretasi selama pemeriksaan saksi sangat dipengaruhi oleh persiapan yang dilakukan sebelum hari pemeriksaan. Pengadilan dan pihak-pihak yang terlibat dalam perkara perlu memastikan bahwa interpreter mendapatkan kesempatan dan materi yang diperlukan untuk mempersiapkan diri.
Interpreter yang akan bertugas sebaiknya diberikan akses terhadap berkas perkara yang relevan, termasuk dakwaan atau gugatan, bukti-bukti yang akan dibahas dalam pemeriksaan saksi, dan informasi tentang konteks perkara secara keseluruhan. Persiapan ini memungkinkan interpreter untuk membangun pemahaman kontekstual yang diperlukan untuk menginterpretasikan keterangan saksi dengan tepat.
Baca juga : Apostille vs Legalisasi: Mana yang Dibutuhkan untuk Kerja ke Luar Negeri?
Briefing singkat antara interpreter dan majelis hakim sebelum pemeriksaan dimulai juga sangat berguna untuk mendiskusikan mekanisme kerja yang akan digunakan, termasuk bagaimana interpreter akan meminta klarifikasi jika ada pernyataan yang tidak jelas, bagaimana mengelola tempo pemeriksaan agar memberikan waktu yang cukup untuk interpretasi, dan prosedur lainnya yang diperlukan untuk kelancaran proses.
Saksi WNA yang tidak bisa berbahasa Indonesia dalam persidangan Indonesia bukanlah hambatan yang tidak bisa diatasi. Dengan pemberitahuan dini kepada majelis hakim, penunjukan interpreter yang kompeten melalui mekanisme yang tersedia, dan persiapan yang memadai sebelum pemeriksaan saksi dilakukan, proses peradilan bisa tetap berjalan adil dan efektif meski melibatkan saksi yang berbicara dalam bahasa asing. Kunci suksesnya adalah proaktif dalam mengidentifikasi kebutuhan interpreter dan mengambil langkah yang diperlukan jauh sebelum hari pemeriksaan tiba.
Untuk melakukan pemesanan di Translation Transfer atau mendapatkan informasi lebih lanjut tentang kebutuhan terjemahan, Anda bisa menghubungi kami melalui:
📱 WhatsApp: 0856-6671-475
📧 Email: admin@translationtransfer.com
📷 Instagram: @translationtransfer
Jangan biarkan lintas bahasa menghambat kesuksesan Anda! Hubungi kami hari ini untuk mendapatkan jasa penerjemah tersumpah yang terbaik. Translation Transfer, pilihan terpercaya untuk semua kebutuhan penerjemahan resmi Anda. Selami lebih dalam potensi global Anda dengan bantuan kami! Penasaran dengan profil kami? Klik di sini untuk mengenal lebih jauh tentang kami atau kunjungi website Translation Transfer kami!
Dengan layanan dari Translation Transfer, Anda dapat memastikan bahwa setiap dokumen Anda akan diterjemahkan dengan tingkat akurasi dan profesionalisme yang tinggi. Percayakan kebutuhan jasa Penerjemah Tersumpah Anda kepada kami, dan lihat bagaimana kami dapat membantu Anda mencapai tujuan internasional dengan lebih efektif. Temukan informasi menarik lainnya di media sosial kami Klik di sini untuk mengikuti.
Referensi:
Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2024). Pedoman Teknis Administrasi dan Teknis Peradilan Pidana: Penanganan Saksi Asing. https://www.mahkamahagung.go.id
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. (2024). Standar Hak Asasi Manusia dalam Proses Peradilan Indonesia. https://www.komnasham.go.id
United Nations Office on Drugs and Crime. (2024). Criminal Justice Assessment Toolkit: Fair Trial Standards. https://www.unodc.org


