Penerjemah Resmi
by Translation Transfer
Penulis: Dwi Khusnul Umayati

Translator dan Interpreter | Kesamaan dan 6 Perbedaannya – Walau sekilas terlihat sama, tapi sebenarnya dua pekerjaan ini berbeda, lo! Pernahkah kamu mendengar tentang profesi translator dan interpreter? Walaupun kelihatannya dua profesi ini memiliki tugas yang sama, tapi ternyata translator dan interpreter adalah dua profesi yang memiliki beberapa perbedaan, apa saja, ya?
Translator dan Intrpreter memang terlihat sama, tapi sebenarnya kedua pekerjaan ini adalah dua pekerjaan yang berbeda. Translator atau penerjemah adalah seseorang yang bekerja menerjemahkan teks tertulis dari satu bahasa ke bahasa lain, sementara itu, interpreter atau juru bahasa adalah seseorang yang menerjemahkan informasi dari satu bahasa ke bahasa lain secara lisan dan real time.
Translator dan Interpreter adalah dua profesi yang sama-sama bekerja di bidang bahasa. Kedua profesi ini juga memiliki tugas pokok yang sama yaitu menerjemahkan informasi dari suatu bahasa sumber ke bahasa target. Menjadi translator dan interpreter sama-sama membutuhkan pemahaman bahasa sumber dan target sekaligus memahami konteks budaya yang terkait dengan bahasa-bahasa tersebut. Translator dan Interpreter juga sama-sama harus fokus dalam menyampaikan makna asli dari satu bahasa ke bahasa lain tanpa merubah makna aslinya.
Kedua profesi yang sama-sama bertugas menerjemahkan ini memiliki peran penting dalam bidang komunikasi. Perannya dalam menyampaikan informasi dari satu bahasa ke bahasa lain sangat dibutuhkan untuk memudahkan proses komunikasi antar negara. Namun, walaupun memiliki banyak kesamaan, translator dan interpreter memiliki beberapa perbedaan. Apa saja perbedaan tersebut? Ini dia 6 perbedaan translator dan interpreter
Baca juga: Manfaat Menggunakan Intepreter dalam Komunikasi Bisnis
Perbedaan antara translator dan intepreter bisa dilihat dari beberapa aspek berikut ini.

Media kerja dua profesi di bidan penerjemahan ini menjadi salah satu aspek yang memudahkan kamu untuk membedakan translator dan interpreter. Translator menerjemahkan teks tertulis. Media teks tertulus ini mencakup berbagai bentuk dokumen, seperti buku, artikel, laporan, kontrak, dan konten web. Translator memiliki tugas untuk menyampaikan informasi pada dokumen asli ke bahasa target secara akurat dan dapat dipahami tanpa mengubah makna aslinya.
Jika translator menerjemahkan teks tertulis, maka interpreter menerjemahkan kebalikannya yaitu ucapan lisan. Seorang interpreter memiliki tanggung jawab menerjemahkan percakapan, presentasi, pidato, atau konferensi pers secara langsung, hal ini termasuk dalam konteks formal seperti konferensi atau informal seperti percakapan sehari-hari.
Aspek kedua yang membedakan translator dan interpreter adalah waktu. Dalam menerjemahkan suatu teks, seorang translator memiliki waktu untuk meneliti dan menyunting hasil terjemahan mereka. Waktu ini termasuk waktu untuk memeriksa referensi, memperbaiki kesalahan tanda baca maupun ejaan yang belum sesuai, sehingga hasil terjemahan dari translator bisa lebih akurat dan berkualitas tinggi.
Sementara itu, interpreter tidak memiliki waktu untuk memeriksa hasil terjemahannya ketika proses penerjemaha karena interpreter dituntut untuk menerjemahkan secara langsung dan cepat. Seorang interpreter harus mampu memproses informasi secara cepat dan memikirkan cara penyampaiannya dalam bahasa target saat itu juga.
Aspek ketiga adalah proses penerjemahan. Ketika menerjemahkan, translator diperkenankan untuk menggunakan alat bantu, seperti kamus, perangkat lunak penerjemahan, dan basis data terminologi. Alat-alat ini digunakan untuk memastikan akurasi dan konsistensi pada hasil terjemahan. Selain itu, translator juga bisa melakukan riset tambahan untuk memahami lebih dalam mengenai subjek terjemahan agar dapat memilih terminologi yang tepat, seperti ketika menerjemahkan dokumen di bidang tertentu.
Berbeda dengan translator, interpreter menggunakan teknik yang berbeda dalam proses penerjemahannya. Interpreter menggunakan teknik simultan yaitu teknik penerjemahan secara langsung saat pembicara sedang berbicara, biasanya interpreter menggunakan alat bantu seperti headset dan mikrofon untuk memudahkan penyampaian informasi. Teknik lain yang dipakai adalah konsekutif, teknik penerjemahan dimana interpreter akan mendengarkan pembicara terlebih dulu kemudian menerjemahkan setelah pembicara selesai berbicara.
Selain dari proses penerjemahannya, fokus kedua pekerjaan ini juga berbeda, lo. Fokus utama seorang translator adalah memastikan makna, gaya penulisan, dan konteks dari teks asli tetap sama di hasil terjemahan. Selain memperhatikan penggunaan kosakata yang tepat, translator juga harus mempertahankan gaya penulisan serta konteks atau tujuan dari teks tersebut. Contohnya, ketika sedang menerjemahkan suatu karya sastra, penerjemah harus mampu menyampaikan nuansa bahasa dan emosi yang sama.
Berbeda dengan translator, interpreter fokus pada komunikasi secara langsung dan bagaimana cara menyampaikan pesan secara jelas agar dapat dipahami dengan mudah. Interpreter memiliki tugas utama menyampaikan informasi dengan jelas dan cepat, itu mengapa fokusnya bukan pada gaya bahasanya, tapi informasinya.
Hasil terjemahan juga menjadi aspek pembeda antara translator dan interpreter. Hasil akhir dari pekerjaan seorang translator adalah dokumen tertulis yang dapat dibaca. Dokumen tertulis ini bisa berupa artikel jurnal, laporan resmi, atau dokumen-dokumen legal seperti akta dan KTP. Sementara itu, hasil kerja dari seorang interpreter adalah ucapan lisan yang tidak dapat direvisi setelah disampaikan.
Pada aspek audiens, ada beberapa hal yang membedakan kedua pekerjaan ini, seperti target audiens, interaksi dengan audiens, dan kebutuhan audiens. Untuk hal target, target audiens translator adalah pembaca yang akan membaca teks tertulis, seorang translator harus memahami siapa pembaca dokumen yang diterjemahkan seperti akademisi, profesional, atau masyarakat umum. Sedangkan untuk interpreter, target audiensnya adalah orang-orang yang hadir dalam sebuah acara atau pertemuan. Misalnya, pada acara konferensi antarbudaya, maka interpreter harus tahu konteks budaya dari informasi yang diterjemahkan.
Pada hal interaksi dengan audiens, interaksi antara translator dengan audiens terjadi setelah teks selesai diterjemahkan dan sampai kepada pembaca, sementara untuk interpreter, interaksi dengan audiens terjadi secara langsung ketika proses penerjemahan.
Terakhir, kebutuhan audiens. Untuk translator, kebutuhan audiens adalah teks tertulis yang diterjemahkan dengan akurat dan bisa dipahami dengan baik, tentunya masih mempertahankan gaya penulisan. Sementara untuk interpreter, kebutuhan audiens adalah informasi yang diterjemahkan secara langsung dan disampaikan dengan jelas sehingga bisa memudahkan proses komunikasi.
Setelah membaca enam aspek di atas kamu pasti bisa membedakan translator dan interpreter, sekarang jangan sampai salah menyebut pekerjaannya. Walaupun memang bekerja di bidang yang sama, dua pekerjaan ini tetap mempunyai perbedaan.
Setelah kamu mengetahui tanggung jawab masing-masing pekerjaan di bidang bahasa dan penerjemahan ini, kamu juga tidak akan salah memilih layanan jasa jika ingin menggunakannya untuk menerjemahkan dokumen atau menerjemahkan ucapanmu di pertemuan. Jika kamu mencari penyedia jasa penerjemahan yang menawarkan jasa translator dan interpreter sekaligus, kamu wajib banget tahu tentang Translation Transfer?
Baca juga: Biaya Penerjemah Tersumpah Mandarin 100% Terjangkau

Sekarang, ada banyak sekali agensi penyedia layanan penerjemahan. Namun, jika kamu membutuhkan jasa translator dan interpreter sekaligus, kamu harus tahu Translation Transfer! Sebuah agensi penyedia layanan penerjemahan secara tertulis mau pun lisan. Tidak hanya translator dan interpretere, Translation Transfer juga menawarkan banyak layanan bahasa untuk kamu! Kamu hanya perlu mengunjungi laman resmi Translation Transfer untuk mendapatkan info lengkapnya, di sana kamu juga bisa berkonsultasi dengan call center yang sedia 24/7 untuk kamu sebelum memilih layanan yang kamu mau!


