Persidangan membutuhkan komunikasi jelas agar setiap pihak memahami informasi yang disampaikan.

Kondisi lebih menantang ketika terdakwa, saksi, korban, penggugat, tergugat, atau pihak lain tidak menguasai bahasa yang digunakan di ruang sidang.

Dalam keadaan tersebut, interpreter pengadilan membantu menjembatani perbedaan bahasa secara akurat dan profesional.

Pekerjaan interpreter bukan sekadar mengganti kata dari satu bahasa ke bahasa lain, melainkan menyampaikan makna dan informasi secara tepat tanpa memengaruhi isi keterangan.

Karena itu, cara kerja interpreter di pengadilan membutuhkan persiapan, konsentrasi, penguasaan istilah hukum, serta sikap netral.

Apa Itu Interpreter di Pengadilan?

Interpreter pengadilan merupakan tenaga profesional yang melakukan interpretasi lisan bagi pihak yang menggunakan bahasa berbeda selama proses hukum.

Kehadirannya memungkinkan seseorang mengikuti jalannya persidangan, memahami pertanyaan, dan memberikan jawaban sesuai maksud yang sebenarnya.

Interpreter dapat membantu dalam perkara yang melibatkan warga negara asing maupun pihak lain yang mempunyai keterbatasan memahami bahasa Indonesia.

Perannya penting karena kesalahan dalam menyampaikan informasi dapat menimbulkan penafsiran berbeda terhadap keterangan yang diberikan.

Mengapa Interpreter Dibutuhkan dalam Persidangan?

Membantu Memahami Proses Sidang

Bahasa persidangan sering menggunakan istilah formal dan terminologi hukum yang tidak selalu mudah dipahami.

Interpreter membantu menyampaikan apa yang dikatakan hakim, jaksa, penasihat hukum, saksi, terdakwa, maupun pihak lainnya.

Dengan bantuan tersebut, pihak yang membutuhkan interpreter dapat mengikuti pembahasan secara lebih baik.

Mendukung Akses terhadap Keadilan

Kemampuan memahami bahasa merupakan bagian penting dalam mengikuti proses hukum.

Orang yang tidak memahami bahasa persidangan dapat mengalami kesulitan ketika harus menjawab pertanyaan atau memberikan keterangan.

Interpreter membantu mengurangi hambatan tersebut sehingga komunikasi dalam persidangan dapat berlangsung lebih setara.

Mengurangi Risiko Kesalahan Komunikasi

Perbedaan bahasa dapat menyebabkan informasi penting dipahami secara keliru.

Interpreter menyampaikan isi komunikasi secara lengkap dan tidak mengubah maksud pembicara.

Ketelitian ini membantu mengurangi risiko kesalahpahaman mengenai fakta, waktu, tempat, jumlah, ataupun peristiwa yang berkaitan dengan perkara.

Cara Kerja Interpreter di Pengadilan

Mempelajari Konteks Perkara

Sebelum sidang dimulai, interpreter perlu memahami informasi dasar mengenai perkara.

Persiapan dapat mencakup jenis perkara, agenda persidangan, pihak yang terlibat, serta istilah khusus yang kemungkinan muncul.

Persiapan penting untuk perkara dengan bidang khusus seperti pidana, perdata, perdagangan, imigrasi, ketenagakerjaan, atau kekayaan intelektual.

Mempersiapkan Terminologi

Interpreter perlu menyiapkan kosakata yang berkaitan dengan perkara.

Nama lembaga, jabatan, istilah hukum, nama dokumen, serta istilah teknis sebaiknya dipahami.

Dengan persiapan tersebut, interpreter dapat bekerja lebih lancar ketika persidangan berlangsung cepat.

Mengikuti Arahan Majelis Hakim

Saat persidangan berlangsung, interpreter bekerja mengikuti prosedur dan arahan majelis hakim.

Interpreter harus memperhatikan siapa yang berbicara dan menyampaikan interpretasi sesuai urutan komunikasi.

Jika ucapan tidak terdengar jelas, interpreter dapat meminta pengulangan agar informasi tidak keliru.

Baca Juga : Interpreter Konsekutif Adalah: Pengertian, Skill, dan Cara Kerjanya

Melakukan Interpretasi Secara Lisan

Interpreter menyampaikan ucapan dari bahasa sumber ke bahasa sasaran.

Ketika hakim memberikan pertanyaan, pertanyaan tersebut disampaikan kepada pihak yang membutuhkan interpretasi.

Jawaban yang diberikan kemudian diterjemahkan kembali kepada majelis atau pihak terkait.

Menjaga Makna Pernyataan

Interpreter harus menyampaikan isi pernyataan sesuai makna aslinya.

Kalimat tidak boleh sengaja diperhalus, diperkuat, dikurangi, atau diubah agar menguntungkan salah satu pihak.

Pernyataan yang panjang, emosional, atau sulit tetap perlu disampaikan secara profesional.

Menjaga Kerahasiaan Informasi

Perkara pengadilan dapat memuat informasi pribadi dan sensitif.

Interpreter wajib menjaga informasi yang diperoleh selama menjalankan tugas sesuai kewajiban profesional dan ketentuan yang berlaku.

Tugas Utama Interpreter di Pengadilan

Menerjemahkan Pertanyaan dan Jawaban

Tugas paling utama adalah menyampaikan pertanyaan dan jawaban secara lisan.

Interpreter dapat menerjemahkan komunikasi antara hakim, jaksa, penasihat hukum, saksi, terdakwa, korban, dan pihak lainnya sesuai kebutuhan persidangan.

Menyampaikan Istilah Hukum

Interpreter perlu memahami istilah hukum dalam kedua bahasa.

Istilah tertentu memiliki arti khusus sehingga penerjemahan secara harfiah belum tentu menghasilkan makna yang benar.

Penguasaan konteks hukum membantu interpreter memilih padanan yang sesuai.

Mendukung Komunikasi di Lingkungan Pengadilan

Dalam lingkup penugasannya, interpreter dapat membantu komunikasi antara pihak yang membutuhkan bahasa berbeda dengan unsur pengadilan.

Bentuk bantuannya tetap harus mengikuti tugas yang diberikan dan tidak berubah menjadi pemberian nasihat hukum.

Baca Juga : Jenis-Jenis Interpreting: Simultan, Konsekutif, dan Bedanya

Menjaga Sikap Netral

Interpreter harus bersikap objektif dan tidak berpihak.

Ia tidak boleh mengarahkan jawaban, memberikan opini mengenai perkara, atau memengaruhi pihak yang sedang diperiksa.

Posisi interpreter adalah sebagai penghubung komunikasi.

Kemampuan yang Perlu Dimiliki Interpreter

Penguasaan Dua Bahasa

Interpreter harus memiliki kemampuan bahasa sumber dan bahasa sasaran yang baik.

Penguasaan tersebut mencakup kosakata, tata bahasa, istilah formal, serta kemampuan memahami variasi cara berbicara.

Pengetahuan Terminologi Hukum

Pemahaman mengenai istilah hukum sangat penting karena persidangan memiliki kosakata khusus.

Interpreter perlu mengetahui perbedaan makna istilah berdasarkan konteks agar pesan tidak mengalami perubahan.

Konsentrasi dan Daya Ingat

Interpretasi lisan menuntut konsentrasi tinggi. Interpreter harus mendengarkan, memahami, mengingat, dan menyampaikan informasi dalam waktu singkat.

Kemampuan mencatat poin penting juga dapat membantu ketika pernyataan cukup panjang.

Profesional dan Tenang

Suasana persidangan dapat serius dan penuh tekanan. Interpreter harus mampu menjaga ketenangan, berbicara jelas, serta tetap profesional ketika menghadapi pernyataan emosional atau pembicaraan yang berlangsung cepat.

cara kerja interpreter di pengadilan

Kapan Interpreter Pengadilan Diperlukan?

Interpreter dapat dibutuhkan ketika salah satu pihak tidak memahami bahasa yang digunakan selama persidangan.

Kondisi ini dapat muncul dalam perkara yang melibatkan warga negara asing, saksi asing, terdakwa asing, atau pihak lain yang mengalami hambatan bahasa.

Mahkamah Agung mencatat bahwa pemeriksaan saksi atau ahli warga negara asing dapat membutuhkan penerjemah lisan berdasarkan bahasa yang digunakan.

Hal tersebut menunjukkan pentingnya dukungan interpretasi dalam proses hukum yang melibatkan perbedaan bahasa.

Data Mahkamah Agung dalam Laporan Tahunan 2024 mencatat 31.138 perkara yang ditangani pada tingkat Mahkamah Agung, terdiri dari 30.991 perkara masuk dan 147 perkara sisa tahun sebelumnya.

Data ini menggambarkan besarnya aktivitas penanganan perkara pada lembaga tersebut.

Kesimpulan

Interpreter pengadilan mempunyai peran penting dalam membantu komunikasi ketika terdapat perbedaan bahasa.

Pekerjaannya mencakup persiapan perkara, penguasaan terminologi, interpretasi lisan, menjaga akurasi, mempertahankan netralitas, dan melindungi kerahasiaan informasi.

Profesionalisme interpreter sangat diperlukan karena komunikasi dalam persidangan dapat berkaitan dengan fakta dan keterangan yang penting.

Dengan interpreter yang kompeten, pihak yang mengalami hambatan bahasa dapat mengikuti proses persidangan dan menyampaikan informasi secara lebih jelas.

Baca Juga : Jasa Interpreter Bisnis Meeting: Layanan, Harga, dan Cara Pesan

FAQ

Apa itu interpreter pengadilan?

Interpreter pengadilan adalah tenaga profesional yang menerjemahkan komunikasi lisan antara pihak yang menggunakan bahasa berbeda selama proses persidangan.

Apakah interpreter sama dengan penerjemah dokumen?

Tidak. Interpreter menangani komunikasi lisan, sedangkan penerjemah dokumen menerjemahkan materi tertulis seperti kontrak, akta, atau putusan.

Siapa yang membutuhkan interpreter?

Terdakwa, saksi, korban, penggugat, tergugat, atau pihak lain dapat membutuhkan interpreter apabila tidak memahami bahasa yang digunakan dalam persidangan.

Apakah interpreter boleh memberi nasihat hukum?

Tidak. Interpreter bertugas menyampaikan komunikasi dan tidak berwenang menggantikan peran penasihat hukum atau memberikan pendapat mengenai perkara.

Mengapa interpreter harus memahami istilah hukum?

Karena istilah hukum mempunyai makna khusus. Pemahaman terminologi membantu interpreter menyampaikan pesan secara tepat dan mengurangi risiko salah tafsir.

Jasa Interpreter Terbaik Hanya di Translation Transfer!

Hubungi Translation Transfer sekarang juga melalui WhatsApp 0856-6671-475 atau kirim email ke admin@translationtransfer.com untuk konsultasi maupun pemesanan layanan.

Anda juga dapat mengikuti Instagram @translationtransfer untuk mendapatkan informasi terbaru seputar layanan penerjemahan dokumen, legalisasi, dan berbagai kebutuhan administrasi lainnya.

Jangan lupa kunjungi website https://penerjemahresmi.id/penerjemah-tersumpah/ untuk mengetahui informasi layanan secara lengkap, membaca artikel bermanfaat, serta mendapatkan solusi terbaik sesuai kebutuhan Anda.

Jangan tunda kebutuhan menghadirkan interpreter untuk mendukung proses persidangan yang melibatkan perbedaan bahasa.

Pastikan seluruh kebutuhan komunikasi persidangan Anda dipersiapkan secara benar, akurat, dan profesional bersama Translation Transfer.

Dengan layanan cepat, resmi, harga terjangkau, serta dikerjakan oleh interpreter profesional, kami siap membantu proses interpretasi pengadilan Anda menjadi lebih aman, mudah, dan efisien.

Percayakan kebutuhan interpreter pengadilan Anda kepada Translation Transfer agar setiap proses berjalan lancar dari awal hingga selesai.

Referensi

Badan Pusat Statistik Kabupaten Jepara. (2025). Jumlah perkara di Pengadilan Negeri, 2024. Badan Pusat Statistik.

Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2023). Standar pelayanan peradilan. JDIH Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2025). Laporan tahunan Mahkamah Agung Republik Indonesia tahun 2024. Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Daftar Isi

Dapatkan Tips dan Info Terbaru! Gabung Sekarang

Postingan Terkait