Penerjemah Resmi
by Translation Transfer
Penulis: Moch Andike Arifin Ilham

Jasa Subtitling | 5 Alasan Dubbing Merusak Konten – Subtitling atau dalam Bahasa Indonesia disebut dengan layanan takarir. Istilah subtitling berasal dari Bahasa Inggris ‘subtitle’ yang secara harfiah diterjemahkan berarti subjudul. Subtitling adalah pemberian keterangan tambahan, biasanya berupa alih bahasa atau caption.
Di era globalisasi yang semakin canggih, subtitle telah menjadi hal wajib yang berguna untuk menghubungkan kedua budaya dan bahasa pada masyarakat internasional. Menerjemahkan teks yang ditampilkan pada layar memungkinkan penonton untuk menikmati konten yang diproduksi dalam bahasa asing.
Penerjemahan takarir/subtitling tidak hanya sekadar menerjemahkan kata-kata dari satu bahasa ke bahasa lain. Takarir juga melibatkan seni memilih kosakata agar emosi, makna, dan konteks dari budaya yang ditampilkan dapat ditangkap oleh pembaca atau penonton. Pilihan kata yang salah dapat merubah makna keseluruhan dari sebuah adegan. Sensitivitas terhadap budaya harus dimiliki agar hasil terjemahan yang dihasilkan akurat.
Seiring berkembangnya teknologi dan populernya layanan streaming seperti Netflix, Disney+, Max dan lain sebagainya mendorong kebutuhan akan jasa subtitling atau takarir semakin dibutuhkan. Dalam beberapa kasus bahasa, layanan takarir tak hanya untuk bahasa lain melainkan juga untuk bahasa asli. Hal ini bertujuan untuk membantu orang yang memiliki gangguan pendengaran agar dapat menikmati tontonan yang sama.
Baca juga: Jasa Penerjemah AMDAL dan 4 Peran Penerjemah Kosakata Kuliner

Jasa Subtitling | 5 Alasan Dubbing Merusak Konten – Beberapa dari kalian pasti bingung antara membedakan subtitling dan dubbing. Kedua hal ini adalah jenis layanan yang berbeda meskipun masih dalam lingkup dunia hiburan baik film ataupun konten.
Dubbing merupakan proses pengisian suara suatu konten audiovisual dengan mengganti dialog asli menggunakan suara dalam bahasa lain atau melakukan pelokalan secara lisan agar mudah didengar oleh pendengar asli. Tujuan utama dubbing adalah adalah memberikan pengalaman menonton yang lebih natural bagi audiens yang berbicara dalam bahasa target. Dubbing biasanya cocok dengan film animasi yang ideal bagi anak-anak ketika belum dapat membaca subtitle
Subtitling adalah proses menerjemahkan atau menyajikan dialog, narasi, atau informasi penting dalam bentuk teks yang muncul di bawah layar ketika dialog berbicara. Subtitling memiliki kelebihan yakni penonton dapat mengikuti isi cerita tanpa mengganti audio asli sehingga tetap memberikan sentuhan yang otentik terhadap karya aslinya tanpa mengubah suara.
Selain dubbing dan subtitling, dalam dunia audiovisual terdapat istilah voice over. Voice over merujuk pada teknik pengambilan suara narator atau aktor merekam suaranya untuk mengisi peran karakter tanpa mengubah asal suara dalam produksi video atau audio.
Baca juga: 5 Peran Penerjemah User Guide dan Jasa Penerjemah Bahasa Tagalog
Jasa Subtitling | 5 Alasan Dubbing Merusak Konten – Ada beberapa hal yang membedakan layanan subtitling dan dubbing.
Berikut adalah tiga perbedaan utama antara dubbing dan subtitling:
Dubbing mengganti audio asli dengan rekaman baru berupa bahasa target sedangkan subtitling menyajikan terjemahan dialog dalam bentuk teks di layar bagian bawah, sementara audio asli dipertahankan.
Dubbing tidak memerlukan penonton yang bisa membaca sedangkan subtitling membutuhkan kemampuan membaca untuk memahami isi cerita.
Dubbing umumnya memiliki biaya produksi yang lebih mahal karena memerlukan fasilitas studio rekaman, aktor suara, sutradara sedangkan subtitling memakan biaya yang lebih murah karena hanya memerlukan penerjemahan dan pengeditan teks yang sesuai dengan waktu dialog di layar.
Baca juga: Sejarah Bahasa Indonesia | 6 Pengaruh Bahasa Belanda di Indonesia dan Interpreter Services | 5 Peran Bahasa Thailand dalam Diplomasi

Baca juga: Wayang Kulit: 5 Filosofi Seni Budaya Jawa dan 7 Lagu Barat Populer Tahun 90an
Jasa Subtitling | 5 Alasan Dubbing Merusak Konten – Alasan sebagian besar ahli bahasa mengatakan sulih suara/dubbing dan penggantian suara sangat buruk bagi pembelajar bahasa adalah karena keduanya menghilangkan dialog asli.
Sulih suara mengurangi paparan orang terhadap bahasa asing dan, bahkan dengan sulih suara lip-sync, suara-suara tersebut tidak selalu cocok dengan wajah, gerakan, atau nada.
Sulih suara dan penggantian suara dapat mengganggu dan membuat penonton keluar dari alur cerita, sehingga lebih sulit untuk menikmati konten asing dan tenggelam dalam bahasa, budaya, atau dunia fiksi acara TV atau film.
Kalian mungkin bertanya-tanya apakah menonton film yang Anda sukai yang disulih suarakan ke dalam bahasa target adalah ide yang bagus, karena kalian akan dapat mengikuti alur ceritanya dan mempelajari kosakata baru dengan cara yang mudah dipahami. Namun, ini juga bukan ide yang bagus.
Seperti yang telah kita lihat, versi sulih suara dari film atau acara TV tidak akan secara sempurna menyinkronkan gerakan bibir dengan audio baru, sehingga membuat konten lebih sulit untuk dipahami.
Eksposur bahasa ini jauh lebih tidak alami dan kualitasnya lebih buruk daripada film atau acara TV yang dibuat dalam bahasa target kalian.
Baca juga: Dari Ngakak ke LOL: Seni Menerjemahkan Humor Indonesia dan Indonesia Resmi Gabung BRICS: 4 Dampak dan Peluang Ekonomi
Jasa Subtitling | 5 Alasan Dubbing Merusak Konten – Bagi kalian yang membutuhkan layanan takarir yang akurat untuk meningkatkan kualitas konten kalian, percayakan pada layanan profesional di Translation Transfer. Kami memiliki tim yang berpengalaman dalam menyelesaikan berbagai tantangan terkait bahasa. Hubungi translationtransfer sekarang juga untuk mendapatkan promo menarik dan juga KONSULTASI GRATIS dari kami.


