Penerjemah Resmi
by Translation Transfer
Penulis: Moch Andike Arifin Ilham

Cantonese vs Chinese: Kekayaan Dialek Tiongkok – Pernahkah kalian mendengar istilah Cantonese atau yang dalam Bahasa Indonesia disebut Bahasa Kanton? Bahasa Kanton merupakan bahasa perdagangan orang-orang Tionghoa yang tinggal di luar Tiongkok daratan. Bahasa ini hampir dituturkan oleh 70 juta orang di seluruh dunia, jumlah yang mirip dengan Bahasa Hokkien.
Kedua bahasa lokal ini memiliki pengaruh yang cukup besar dalam peradaban masyarakat Tionghoa. Bahasa Kanton dan Bahasa Hokkien adalah dua dialek utama yang berasal dari kelompok bahasa Tionghoa Selatan yang sama-sama memiliki sejarah dan kedudukan yang penting dalam budaya Tionghoa. Meskipun sering dianggap sebagai “dialek”, Kanton dan Hokkien memiliki sistem fonetik, kosakata, dan tata bahasa yang berbeda.
Dilansir dari Wikipedia, dialek adalah varietas bahasa yang melingkupi suatu kelompok penutur. Dialek berkontras dengan ragam bahasa, yaitu bahasa yang diperbedakan menurut konteks pemakaian. Variasi ini memiliki perbedaan satu sama lain, tetapi masih banyak menunjukkan kemiripan linguistik sehingga belum pantas menyandang gelar sebagai bahasa yang berbeda.
Apabila ditarik kembali ke masa sejarah Dinasti Tang, dialek Kanton merupakan salah satu dialek bahasa Han tertua yang masih tersisa sekarang. Bahasa Kanton juga terdapat di kalangan Tionghoa di Indonei
Baca juga: Terjemahan Mandarin Indonesia Interpreting dan Translation Indonesia Mandarin Taiwan

Cantonese vs Chinese: Kekayaan Dialek Tiongkok – Sekilas kedua bahasa ini nampak seperti kakak beradik karena sama-sama bahasa yang digunakan di Tiongkok, dan terdengar mirip di telinga orang asing. Namun, pada kenyataannya sangat berbeda dalam pengucapan, penggunaan, bahkan wilayah penggunaan.
Mandarin masih menguasai pasar bahasa dengan jumlah penutur 1,1 miliar orang menjadikan Bahasa Mandarin sebagai bahasa yang paling banyak digunakan di dunia. Tak hanya di Tiongkok daratan, Bahasa Mandarin juga menjadi bahasa resmi di Taiwan dan Singapura. Sementara Bahasa Kanton merupakan bahasa yang populer di Hong Kong, Makau, dan sebagian Tiongkok Selatan.
Bahasa Kanton atau Yue memiliki akar sejarah yang berasal dari wilayah selatan Tiongkok khususnya provinsi Guangdong dan Guangxi. Bahasa Kanton berkembang dari keluarga bahasa Sino-Tibet, dengan pengaruh kuat dari dialek lokal kuno dan bahasa-bahasa non-Han. Selama masa Dinasti Qin dan Han terjadi migrasi besar-besaran ke wilayah selatan dan membawa elemen Bahasa Tionghoa Kuno yang kemudian berakulturasi dengan bahasa lokal membentuk dasar awal Bahasa Kanton.
Baca juga: 5 Peran Penerjemah User Guide dan Bahasa Skandinavia: Apa Perbedaan Antara Bahasa Denmark, Norwegia, Finlandia, dan Swedia
Pada masa Dinasti Tang (618-907), kawasan Guangdong menjadi salah satu pusat perdagangan internasional yang penting. Bahasa Kanton mulai mendapatkan pengaruh kosakata dari berbagai budaya asing yang datang melalui pelabuhan Guangzhou. Bahasa Kanton kemudian menyebar luas ke Tiongkok pada abad ke-19 terutama karena migrasi besar dari Guangdong ke Asia Tenggara.
Hingga saat ini Bahasa Kanton tetap menjadi simbol identitas budaya bagi penuturnya terutama di Hongkong, Makau, dan komunitas Tionghoa diaspora yang tersebar di seluruh dunia. Namun, karena kebijakan pemerintah Tiongkok untuk menggunakan Bahasa Mandarin sebagai bahasa utama menjadikan Bahasa Kanton tersingkirkan. Meskipun begitu, melalui media film Hong Kong dan Cantopop membuat Bahasa Kanton tetap hidup dan menjadikannya sebagai alat ekspresi budaya yang kuat.
Baca juga: Jasa Penerjemah Paspor dan Visa Tersumpah dan 5 Alasan Mengapa Xenoglossofilia Penting


Baca juga: Jasa Subtitling | 5 Alasan Dubbing Merusak Konten dan Jasa Penerjemah AMDAL
Cantonese vs Chinese: Kekayaan Dialek Tiongkok – Bahasa Kanton dan Bahasa Mandarin memiliki beberapa perbedaan yang signifikan di berbagai faktor. Diantaranya adalah sebagai berikut:
Bahasa Mandarin menempati posisi yang lebih penting dan bergengsi baik di negaranya sendiri maupun di dunia internasional. Bahasa Mandarin telah diakui sebagai bahasa resmi di Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan hampir tiap orang lebih mengenal Bahasa Mandarin daripada Bahasa Kanton.
Bahasa Kanton bisa disebut juga bahasa daerah yang hanya dituturkan di beberapa daerah di wilayah Tiongkok daratan.
Bahasa Mandarin dan Bahasa Kanton memiliki perbedaan dalam hal pengucapan. Bahasa Mandarin mengalami penyederhanaan nada sehingga ditetapkanlah nada dalam Bahasa Mandarin berjumlah lima untuk memudahkan penutur baru mempelajari Bahasa Mandarin.
Sementara Bahasa Kanton masih mempertahankan sistem nada yang lebih kompleks yaitu berjumlah sembilan nada. Berikut adalah penjelasan terkait perbedaan nada dalam Bahasa Kanton dan Bahasa Mandarin
Dari penjelasan di atas, tentu Bahasa Kanton sedikit lebih rumit untuk dipelajari ketimbang Bahasa Mandarin.
Bahasa Mandarin umumnya menggunakan karakter Hanzi yang disederhanakan sebagai bagian dari reformasi bahasa yang diterapkan di abad ke-20 untuk meningkatkan angka melek huruf. Penyederhanaan karakter ini dilakukan dengan mengurangi guratan pada karakter sehingga lebih mudah dipelajari.
Sementara itu dalam Bahasa Kanton masih mempertahankan karakter tradisional yang lebih rumit. Karakter ini tetap dipertahankan guna sebagai identitas dan warisan budaya yang kuat. Banyaknya guratan dianggap sebagai nilai estetika lebih yang membuat karakter Hanzi menjadi lebih elegan dan formal.
Perbedaan Bahasa Kanton dan Bahasa Mandarin memiliki struktur pola kalimat yang sama yakni (Subjek + Predikat + Objek). Beberapa faktor itu dibuat agar mudah dipahami.
Beberapa faktor tersebur adalah:
| Mandarin | Kanton | |
| Distribusi Geografis | Bahasa resmi di Tiongkok, Taiwan, dan PBB. | Digunakan di Guangdong, Hong Kong, Makau dan populer di Malaysia dan Singapura |
| Pengucapan dan Nada | 4-5 Nada | 9 Nada (6 nada suku terbuka dan 3 nada suku tertutup) |
| Karakter | Karakter Hanzi Sederhana | Karakter Hanzi Tradisional |
| Kosa Kata dan Tata Bahasa | – Urutan kata standar: Kata keterangan sebelum kata kerja – Objek tidak langsung sebelum objek langsung | – Kata keterangan setelah kata kerja – Objek langsung sebelum objek tidak langsung – Beberapa karakter unik yang tidak ditemukan dalam bahasa Mandarin (misalnya, 佢 untuk “he/she”, 喺 untuk “at”) |
Cantonese vs Chinese: Kekayaan Dialek Tiongkok – Sekarang kalian sudah tahu, kan perbedaan antara Bahasa Kanton dan Bahasa Mandarin meskipun kedua bahasa tersebut dikategorikan sebagai bahasa “Tionghoa” karena memang berakar dari induk bahasa yang sama. Penggunaan dan posisi kedua bahasa sangatlah berbeda tergantung faktor yang memengaruhinya.
Bagi kamu yang membutuhkan jasa penerjemah tersumpah Mandarin-Indonesia, kamu bisa percayakan pada kami hanya di penerjemahresmi.id! Layanan kami tidak hanya berfokus pada penerjemahan teks melainkan juga penerjemahan lisan. Selain Bahasa Mandarin, kami juga menawarkan layanan interpreting Bahasa Inggris, Bahasa Mandarin, Bahasa Arab, Bahasa Jepang, Bahasa Korea, Bahasa Portugis, dan Bahasa Rusia.
Pastikan dalam memilih jasa layanan penerjemah, kamu memilih layanan penerjemahan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan Anda. Kami berkomitmen untuk memberikan hasil yang baik, tepat waktu, dan sesuai dengan standar resmi. Percayakan terjemahan Anda kepada kami, dan dapatkan layanan terbaik yang bisa diandalkan.
Kunjungi laman kami di penerjemahresmi.id atau hubungi admin kami untuk informasi lebih lanjut dan mulailah pengalaman terjemahan yang mudah dan terpercaya!



