Cara Menjadi Interpreter Profesional dengan Skill Tepat | Cara menjadi interpreter profesional sering kali dimulai dari kemampuan bahasa yang kuat. Namun, pekerjaan ini membutuhkan banyak kemampuan lain karena interpreter harus mendengar, memahami, lalu menyampaikan pesan dalam waktu yang sangat singkat.

Situasinya bisa berubah cepat. Dalam sebuah seminar, misalnya, pembicara mungkin menggunakan istilah teknis, berbicara dengan tempo tinggi, atau menyisipkan istilah asing yang belum tentu familiar bagi semua peserta.

Karena itu, kemampuan bahasa perlu berjalan bersama keterampilan komunikasi, konsentrasi, pengetahuan umum, dan pemahaman budaya.

Kebutuhan interpreter pun cukup beragam. Mulai dari konferensi internasional, rapat perusahaan, seminar akademik, kegiatan pemerintahan, kunjungan kerja, sampai persidangan.

Menurut saya, kualitas komunikasi dalam sebuah acara sangat dipengaruhi oleh kesiapan interpreter dan perangkat pendukungnya.

Apa Itu Interpreter dan Apa Saja Tugasnya?

Interpreter adalah tenaga profesional yang membantu menyampaikan pesan secara lisan dari bahasa sumber ke bahasa sasaran. Pekerjaannya berlangsung secara langsung dan membutuhkan respons cepat.

Tugasnya cukup luas. Beberapa pekerjaan utama interpreter antara lain:

  • Mendengarkan pembicaraan secara aktif.
  • Memahami konteks dan maksud pembicara.
  • Menyampaikan pesan ke bahasa sasaran.
  • Menjaga ketepatan istilah yang digunakan.
  • Menyesuaikan cara berbicara dengan situasi acara.
  • Menjaga kerahasiaan informasi.
  • Mematuhi etika profesi.
  • Berkomunikasi dengan penyelenggara acara.

Skill Interpreter Profesional yang Perlu Dikuasai

Setelah memahami pekerjaan dasarnya, calon interpreter perlu mengetahui keterampilan yang perlu dikembangkan.

Semua kemampuan tersebut saling mendukung. Berikut beberapa skill yang sebaiknya mulai dilatih.

1. Menguasai bahasa dengan baik

Bahasa merupakan fondasi utama pekerjaan interpreter. Kamu perlu memahami bahasa sumber dan bahasa sasaran secara aktif agar dapat mengikuti pembicaraan tanpa banyak jeda.

Kemampuan tersebut mencakup tata bahasa, kosakata, pelafalan, idiom, istilah khusus, serta variasi penggunaan bahasa dalam percakapan.

2. Meningkatkan kemampuan mendengarkan

Interpreter harus mendengar dengan cermat. Pada saat yang sama, ia perlu memproses informasi dan mempersiapkan penyampaian dalam bahasa lain.

Terdengar sederhana?

Praktiknya cukup menantang.

Pembicara dapat berganti topik dengan cepat. Mereka juga bisa menggunakan istilah khusus, berbicara dengan aksen tertentu, atau menyampaikan kalimat yang panjang.

3. Melatih konsentrasi dan daya ingat

Konsentrasi menjadi salah satu kemampuan penting dalam pekerjaan interpreter. Sedikit kehilangan fokus dapat membuat informasi yang diterima menjadi tidak lengkap.

Daya ingat juga berperan besar. Interpreter harus menyimpan informasi dalam waktu singkat sebelum menyampaikannya kepada pendengar.

4. Mampu berbicara di depan banyak orang

Pekerjaan interpreter menempatkan seseorang di tengah komunikasi. Karena itu, kemampuan berbicara dengan jelas sangat diperlukan.

Suara harus terdengar dengan baik. Kecepatan berbicara pun perlu disesuaikan dengan kondisi acara.

5. Memahami bidang yang diterjemahkan

Interpreter tidak harus menguasai semua bidang secara bersamaan. Namun, sebelum menerima pekerjaan, ia perlu mempelajari topik yang akan dibahas.

Misalnya, interpreter untuk kegiatan hukum perlu mengenali istilah hukum yang kemungkinan muncul selama acara. Sementara itu, interpreter bisnis sebaiknya memahami istilah seperti investasi, kontrak, pemasaran, keuangan, dan kerja sama perusahaan.

Tips Menjadi Interpreter Profesional dari Awal

Cara menjadi interpreter profesional membutuhkan proses yang bertahap. Tidak perlu langsung mengejar acara besar karena kemampuan bisa dibangun melalui latihan rutin dan pengalaman dari forum yang lebih sederhana.

Baca Juga : Jasa Translate Dokumen Sebelum ke Luar Negeri

Mulai dengan latihan yang terarah

Pertama, pilih materi audio sesuai kemampuan. Jangan langsung menggunakan rekaman dengan pembicara yang berbicara sangat cepat.

Setelah mulai terbiasa, naikkan tingkat kesulitannya. Gunakan materi dengan topik yang lebih rumit, aksen berbeda, dan tempo bicara yang semakin cepat.

Buat glosarium pribadi

Kosakata khusus sebaiknya dikumpulkan dalam satu daftar. Kamu bisa membuat glosarium berdasarkan bidang pekerjaan.

Misalnya:

  • Hukum.
  • Bisnis.
  • Kesehatan.
  • Pendidikan.
  • Teknologi.
  • Pemerintahan.
  • Keuangan.

Cari pengalaman sebanyak mungkin

Pengalaman lapangan akan membantu kamu memahami situasi yang sulit dipelajari hanya dari teori. Kamu bisa memulainya dari diskusi komunitas, seminar kampus, kegiatan organisasi, atau forum kecil.

Setelah kemampuan berkembang, cobalah mengambil pekerjaan dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi. Setiap pekerjaan dapat menjadi bahan evaluasi.

Pahami etika profesi

Seorang interpreter berpotensi mendengar informasi yang bersifat pribadi atau rahasia. Karena itu, kerahasiaan harus menjadi perhatian sejak awal.

Interpreter juga perlu menjaga posisi profesional. Tugasnya menyampaikan pesan pembicara, bukan memasukkan pendapat pribadi ke dalam interpretasi.

Jenis Interpreter yang Perlu Kamu Kenali

Profesi interpreter memiliki beberapa metode kerja. Setiap metode mempunyai karakter dan kebutuhan teknis yang berbeda.

Interpreter simultan

Pada interpretasi simultan, interpreter menyampaikan pesan hampir bersamaan dengan pembicara. Metode ini banyak digunakan dalam konferensi, pertemuan internasional, dan acara dengan jumlah peserta besar.

Kecepatan pemrosesan informasi sangat diperlukan. Interpreter harus mendengarkan pesan berikutnya sambil menyampaikan pesan sebelumnya.

Baca Juga : Universitas Luar Negeri Favorit Mahasiswa Indonesia

Interpreter konsekutif

Interpretasi konsekutif berlangsung ketika pembicara berhenti pada bagian tertentu. Setelah itu, interpreter menyampaikan kembali informasi kepada pendengar.

Metode ini sering digunakan dalam pertemuan bisnis, kunjungan kerja, wawancara, atau diskusi dengan jumlah peserta terbatas.

Interpreter dalam kegiatan khusus

Interpreter juga dapat bekerja dalam bidang hukum, pemerintahan, kesehatan, pendidikan, bisnis, dan berbagai kegiatan internasional.

Masing-masing bidang memiliki istilah tersendiri. Karena itu, interpreter perlu menyesuaikan persiapan dengan karakter acara.

Peran Jasa Bahasa dan Alat Interpreting

Kemampuan interpreter memang menjadi bagian utama dalam komunikasi multibahasa. Namun, beberapa kebutuhan lain sering muncul bersamaan, terutama ketika acara atau urusan tersebut melibatkan dokumen resmi.

Dokumen asing dapat membutuhkan penerjemahan. Dalam kondisi tertentu, proses legalisasi atau Apostille juga perlu diperhatikan.

Penerjemah Tersumpah untuk dokumen resmi

Interpreter dan Penerjemah Tersumpah memiliki ruang pekerjaan yang berbeda. Interpreter menangani komunikasi lisan, sedangkan penerjemah dokumen mengerjakan teks tertulis.

Dokumen yang mungkin membutuhkan penerjemahan resmi antara lain akta kelahiran, ijazah, transkrip nilai, dokumen perkawinan, serta dokumen perusahaan.

Apostille dan legalitas dokumen

Dokumen yang digunakan di luar negeri dapat memiliki persyaratan legalitas tertentu. Salah satu mekanismenya adalah Apostille untuk negara yang menerapkan Konvensi Apostille.

Menurut saya, tahap ini tidak boleh dianggap remeh. Dokumen yang salah format atau belum memenuhi persyaratan dapat membuat proses administrasi harus diulang.

Proofreading untuk pemeriksaan akhir

Proofreading membantu memeriksa dokumen sebelum digunakan. Pemeriksaan dapat mencakup ejaan, istilah, angka, nama, format, hingga konsistensi informasi.

Bagian kecil pun perlu diperiksa. Kesalahan pada nama atau nomor dokumen, misalnya, dapat memunculkan persoalan ketika dokumen masuk ke tahap administrasi berikutnya.

Dukungan alat interpreting

Acara dengan peserta dalam jumlah besar membutuhkan dukungan audio yang sesuai. Alat interpreting membantu peserta mendengar hasil interpretasi tanpa harus berada dekat dengan interpreter.

Perangkat yang digunakan dapat berupa transmitter, receiver, microphone, headset, serta perlengkapan pendukung lainnya. Pemilihannya perlu disesuaikan dengan jumlah peserta dan ukuran ruangan.

Menurut saya, masalah teknis sebaiknya dicegah sebelum acara dimulai. Pemeriksaan perangkat, jangkauan sinyal, baterai, dan jumlah unit perlu dilakukan agar komunikasi tidak terganggu saat acara berlangsung.

Baca Juga : Penerjemah Tersumpah Bahasa Spanyol ke Indonesia yang Tepat

Kesalahan yang Sering Dilakukan Interpreter Pemula

Menjadi interpreter membutuhkan latihan dan evaluasi. Karena itu, beberapa kesalahan berikut sebaiknya dihindari sejak awal:

  • Menerjemahkan kata demi kata tanpa melihat konteks.
  • Datang tanpa mempelajari topik acara.
  • Mengabaikan istilah khusus.
  • Berbicara terlalu cepat.
  • Menambahkan opini pribadi.
  • Tidak mengecek perangkat sebelum acara.
  • Melewatkan briefing dari penyelenggara.
  • Tidak membuat daftar istilah.
  • Mengabaikan kondisi tubuh sebelum bekerja.

Ada satu hal lagi yang sering luput. Kemampuan bahasa tidak otomatis membuat seseorang siap menghadapi semua jenis forum.

cara menjadi interpreter profesional

FAQ tentang Cara Menjadi Interpreter Profesional

Apakah interpreter harus memiliki sertifikat?

Persyaratannya bergantung pada jenis pekerjaan dan pihak yang menggunakan jasa. Sertifikat atau bukti kompetensi dapat menjadi dokumen pendukung yang menunjukkan kemampuan profesional.

Namun, pengalaman dan penguasaan bidang tetap perlu diperhatikan. Untuk pekerjaan tertentu, klien dapat menetapkan persyaratan kompetensi yang berbeda.

Apakah interpreter bisa menerjemahkan dokumen?

Pekerjaan interpreter berfokus pada komunikasi lisan. Sementara itu, penerjemah dokumen menangani materi tertulis.

Jika dokumen akan digunakan untuk keperluan resmi atau lintas negara, kebutuhan Penerjemah Tersumpah perlu diperiksa. Persyaratan dapat berbeda sesuai jenis dokumen dan instansi penerima.

Kapan alat interpreting diperlukan?

Alat interpreting biasanya dibutuhkan ketika peserta acara cukup banyak atau kegiatan menggunakan interpretasi simultan. Perangkat tersebut membantu peserta mendengarkan hasil interpretasi dengan lebih jelas.

Sebelum menyewa perangkat, perhatikan jumlah peserta, ukuran lokasi, metode interpretasi, serta kondisi teknis acara. Dengan begitu, perlengkapan yang digunakan dapat disesuaikan dengan kebutuhan sebenarnya.

Kesimpulan

Cara menjadi interpreter profesional membutuhkan latihan yang konsisten. Kemampuan bahasa, listening, konsentrasi, daya ingat, kemampuan berbicara, dan pengetahuan bidang perlu dikembangkan secara bersamaan.

Pengalaman lapangan juga memberikan pelajaran penting. Dari sana, kamu dapat mengetahui cara menghadapi pembicara dengan tempo cepat, istilah teknis, audiens yang beragam, hingga kondisi acara yang berubah.

Dalam pekerjaan yang berkaitan dengan urusan internasional, kebutuhan bahasa sering berjalan bersama kebutuhan administratif. Penerjemah Tersumpah, proofreading, Apostille, serta pemeriksaan legalitas dokumen dapat membantu menyiapkan dokumen sesuai persyaratan yang berlaku.

Menurut saya, persiapan seperti ini sebaiknya dilakukan sejak awal. Masalah bahasa dan birokrasi yang terlambat ditangani dapat menghambat proses, apalagi ketika dokumen atau acara memiliki jadwal yang ketat.

Hubungi kami sekarang untuk layanan terbaik:
WA: 0856-6671-475
Email: admin@translationtransfer.com
Instagram: @translationtransfer

Referensi

  1. Kementerian Hukum Republik Indonesia. Apostille dan layanan legalisasi dokumen.
    https://apostille.ahu.go.id/
  2. Kementerian Hukum Republik Indonesia. Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU), layanan administrasi hukum umum dan informasi legalisasi dokumen.
    https://ahu.go.id/
  3. Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Informasi pelayanan kekonsuleran dan legalisasi dokumen.
    https://kemlu.go.id/
  4. HCCH (Hague Conference on Private International Law). Apostille Convention, Convention of 5 October 1961 Abolishing the Requirement of Legalisation for Foreign Public Documents.
    https://www.hcch.net/en/instruments/conventions/specialised-sections/apostille
  5. International Organization for Standardization (ISO). ISO 20109:2016, Simultaneous interpreting – Equipment – Requirements.
    https://www.iso.org/standard/67065.html
  6. International Association of Conference Interpreters (AIIC). Informasi mengenai profesi, praktik, dan standar profesional conference interpreting.
    https://aiic.org/
  7. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Informasi kebahasaan dan penggunaan bahasa Indonesia.
    https://badanbahasa.kemdikbud.go.id/

Daftar Isi

Dapatkan Tips dan Info Terbaru! Gabung Sekarang

Postingan Terkait