Penerjemah Resmi
by Translation Transfer
Penulis: Cintya Arum Pawesti

Nama “Papua” Ternyata Berasal dari Kesalahpahaman Pelaut Portugis – Pernahkah Anda bertanya-tanya dari mana nama Papua berasal? Pulau terbesar kedua di dunia ini menyimpan kisah menarik yang jarang diketahui banyak orang.
Nama “Papua” ternyata berasal dari kesalahpahaman pelaut Portugis pada abad ke-16, sebuah momen historis yang secara tidak sengaja mengabadikan sebuah kata hingga berabad-abad lamanya.
Memahami asal-usul nama ini bukan sekadar pelajaran sejarah, tetapi juga jendela untuk memahami bagaimana interaksi antarbudaya dan bahasa dapat meninggalkan jejak permanen dalam peta dunia.
Pada abad ke-16, bangsa Eropa sedang berada di puncak era eksplorasi atau yang dikenal sebagai Age of Discovery.
Portugis, sebagai salah satu kekuatan maritim terbesar saat itu, aktif menjelajahi perairan Asia Tenggara dan Pasifik untuk mencari rempah-rempah dan jalur perdagangan baru.
Sekitar tahun 1526 hingga 1527, pelaut Portugis bernama Jorge de Menezes diyakini sebagai orang Eropa pertama yang menginjakkan kaki di pulau yang kini kita kenal sebagai Papua.
Dalam perjalanannya dari Maluku menuju India, kapalnya terpaksa singgah di bagian utara pulau tersebut akibat cuaca buruk. Di sinilah awal mula kisah penamaan yang penuh ketidaksengajaan itu terjadi.
Salah satu teori yang paling banyak diterima oleh para sejarawan adalah bahwa nama “Papua” berasal dari kata “Papuwah” dalam bahasa Melayu, yang berarti “rambut keriting” atau “orang berambut keriting”.
Ketika pelaut Portugis tiba dan bertanya kepada pedagang Melayu setempat tentang identitas orang-orang yang tinggal di pulau tersebut, mereka mendapat jawaban berupa deskripsi fisik penduduknya, bukan nama tempat itu sendiri.
Para pelaut yang tidak memahami konteks percakapan tersebut lalu mencatat kata “papuwah” sebagai nama pulau itu.
Inilah inti kesalahpahaman yang dimaksud: sebuah kata sifat yang menggambarkan penampilan fisik penduduk keliru ditafsirkan sebagai nama geografis.
Baca Juga: Kata “Gratis” Bukan Asli Bahasa Indonesia, Ini Asal Usulnya
Menurut catatan sejarawan W.C. Klein dalam Nieuw Guinea (1953) dan berbagai sumber kolonial Belanda, Jorge de Menezes saat pertama kali mendarat mendengar kata yang terdengar seperti “papua” dari penduduk lokal atau perantara berbahasa Melayu.
Tanpa pemahaman linguistik yang memadai, ia langsung menggunakan kata tersebut sebagai nama resmi dalam catatannya.
Nama ini kemudian menyebar melalui peta-peta Eropa dan dokumen pelayaran, sehingga semakin mengakar dalam literatur geografis dunia.
Setelah Jorge de Menezes mencatat nama “Papua” dalam ekspedisinya, nama tersebut mulai muncul dalam berbagai peta Eropa.
Kartografer Portugis dan Spanyol yang membuat peta kawasan Asia Pasifik pada pertengahan abad ke-16 turut mengabadikan nama ini.
Pada tahun 1545, pelaut Spanyol Inigo Ortiz de Retes menamai pulau ini Nueva Guinea karena penduduknya dianggap mirip dengan orang Guinea di Afrika Barat.
Nama “New Guinea” dan “Papua” kemudian digunakan secara berdampingan selama berabad-abad.
Memasuki abad ke-17, VOC Belanda mulai mendominasi kawasan tersebut dan menggunakan kedua nama secara bergantian dalam dokumen resminya.
Pada abad ke-19 hingga 20, pembagian pulau antara Belanda di bagian barat dan Inggris serta Jerman di bagian timur semakin memperkuat penggunaan kedua nama tersebut.

Fenomena penamaan wilayah berdasarkan kesalahpahaman sebenarnya cukup umum dalam sejarah penjelajahan Eropa.
Nama “Yucatan” di Meksiko, misalnya, konon berasal dari jawaban orang Maya “Ma’anaatik ka t’ann” yang berarti “Aku tidak mengerti bahasamu,” namun keliru diartikan sebagai nama tempat.
Demikian pula nama “Brasil” yang berasal dari pau-brasil, yaitu nama pohon penghasil pewarna merah yang banyak ditemukan di sana.
Dalam konteks Papua, kata “Papuwah” sendiri berakar dari tradisi Melayu yang sudah mengenal pulau tersebut jauh sebelum kedatangan orang Eropa, terutama melalui jalur perdagangan rempah-rempah di Maluku.
Penting untuk dicatat bahwa masyarakat asli Papua, yang terdiri dari ratusan suku dengan bahasa berbeda-beda, memiliki nama-nama sendiri untuk tanah leluhur mereka.
Nama “Papua” yang dikenal hari ini adalah konstruksi eksternal yang datang dari luar dan diperkuat melalui proses kolonialisme.
Kelompok etnis seperti Dani, Asmat, Biak, dan Sentani, serta ratusan kelompok lainnya, masing-masing memiliki identitas linguistik dan kultural yang kaya, jauh sebelum kata “Papua” dikenal oleh dunia internasional.
Pengakuan terhadap perspektif ini penting agar kita memahami bahwa nama sebuah tempat tidak selalu mencerminkan identitas sesungguhnya dari orang-orang yang mendiaminya.
Baca Juga: 21 Kata Bahasa Indonesia yang Masuk Kamus Oxford, Ada Ojek!
Apakah nama “Papua” memiliki makna dalam bahasa lokal?
Tidak secara langsung. Nama Papua populer melalui kata Melayu papuwah yang berarti “rambut keriting,” yang kemudian salah ditafsirkan oleh pelaut Portugis sebagai nama wilayah.
Siapa pelaut Portugis yang pertama kali mencatat nama Papua?
Jorge de Menezes, yang tiba di bagian utara pulau Papua sekitar tahun 1526 hingga 1527, umumnya dianggap sebagai orang Eropa pertama yang mendarat di sana dan mencatat nama tersebut.
Mengapa pulau Papua juga disebut “New Guinea”?
Nama New Guinea diberikan oleh pelaut Spanyol Inigo Ortiz de Retes pada 1545 karena menurutnya penduduk setempat menyerupai orang Guinea di Afrika Barat.
Apakah ada nama lain untuk Papua sebelum era kolonial?
Ya. Masing-masing suku memiliki nama sendiri untuk wilayah dan tanah leluhur mereka. Tidak ada satu nama tunggal yang digunakan secara universal oleh seluruh penduduk asli Papua sebelum kontak dengan dunia luar.
Baca Juga: Nikah dengan WNA Lalu Cerai: Apa yang Terjadi pada Status WNI?
Nama “Papua” yang kita kenal hari ini adalah warisan dari sebuah kesalahpahaman linguistik yang terjadi hampir 500 tahun lalu di tengah samudra.
Sebuah kata deskriptif dalam bahasa Melayu yang berarti “rambut keriting” berhasil mengabadikan diri menjadi identitas geografis sebuah pulau besar berkat catatan seorang pelaut Portugis yang tidak memahami konteks percakapannya.
Kisah ini mengajarkan kita betapa kuatnya pengaruh bahasa, komunikasi lintas budaya, dan persepsi dalam membentuk sejarah dan identitas suatu bangsa.
Lebih dari itu, memahami asal-usul nama Papua mengingatkan kita bahwa di balik sebuah kata terdapat lapisan sejarah, budaya, dan manusia yang kaya serta kompleks.
Bagi Anda yang memiliki keperluan dokumen resmi terkait perjalanan, studi, atau bisnis ke wilayah Papua maupun ke luar negeri, pengurusan dokumen yang tepat dan tersertifikasi adalah langkah yang tidak boleh diabaikan.
Memastikan dokumen Anda diterjemahkan secara akurat dan diakui secara resmi merupakan fondasi dari setiap rencana yang ingin Anda wujudkan.
Hubungi kami sekarang juga melalui WhatsApp di 0856-6671-475 atau kirim email ke admin@translationtransfer.com untuk konsultasi dan pemesanan layanan.
Anda juga dapat mengunjungi Instagram kami di @translationtransfer untuk mendapatkan informasi terbaru.
Jangan tunda impian untuk mengenal, mendokumentasikan, dan memahami kekayaan sejarah serta budaya Nusantara seperti asal-usul nama Papua ini.
Persiapkan dokumen Anda dengan benar dan profesional.
Bersama Translation Transfer yang terpercaya, proses administrasi menjadi lebih aman, cepat, dan terarah.


