Penerjemah Resmi
by Translation Transfer
Penulis: Dwi Khusnul Umayati

5 Hal yang Harus Kamu Ketahui Tentang Sworn Translator – Globalisasi yang mendorong hadirnya kerja sama antarnegara memungkinkan kita untuk bekerja, menempuh pendidikan, berwisata, hingga berbisnis ke berbagai negara di dunia. Adanya kesempatan yang terbuka di dunia global membutuhkan dokumen-dokumen dalam bahasa Indonesia maupun bahasa asing yang perlu diterjemahkan demi memenuhi persyaratan untuk berbagai kesempatan. Karena alasan itulah, sworn translator atau penerjemah tersumpah sangat dibutuhkan. Jika kamu belum familiar dengan profesi satu ini, berikut 5 hal yang harus kamu ketahui tentang sworn translator!
Baca juga: 4 Tips Memilih Jasa Subtitling Film yang Tepat dan Akurat
Sworn translator atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan penerjemah tersumpah, adalah penerjemah yang telah diakui oleh negara dan memiliki kemampuan yang mumpuni dalam menerjemahkan dokumen resmi dari satu bahasa ke bahasa lain yang memiliki kekuatan hukum yang sah. Dokumen resmi ini seperti akta kelahiran, KTP, surat perjanjian, dan dokumen lainnya yang memerlukan pengesahan.
sworn translator memiliki tingkat akurasi dan kesesuaian yang tinggi dalam menerjemah dokumen karena telah melalui ujian kualifikasi yang ketat. Penerjemah tersumpah juga memiliki kewenangan hukum, artinya, hasil terjemahan yang telah berstempel penerjemah tersumpah berarti sah untuk dipakai dalam keperluan hukum seperti urusan imigrasi, pernikahan, maupun perceraian. Lalu bagaimana seseorang mendapatkan sertifikat sebagai seorang sworn translator dan apa bedanya dengan penerjemah biasa?
Baca juga: Jasa Proofreading | Solusi Tepat untuk Teks Tanpa Kesalahan
Untuk mendapatkan sertifikasi sebagai sworn translator, seseorang harus mengikuti sebuah ujian kualifikasi yang disebut dengan Ujian Kualifikasi Penerjemah (UKP) yang diselenggarakan oleh beberapa lembaga diantaranya; Lembaga Bahasa Internasional (LBI) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia dan Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI). Ada persyaratan yang berbeda dari dua lembaga ini, salah satunya jika kamu memilih untuk mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh Himpunan Penerjemah Indonesia, maka kamu harus terdaftar sebagai anggota himpunan tersebut terlebih dahulu.
Untuk mengikuti Ujian Kualifikasi Penerjemah ini, kamu harus membayar sekitar Rp 150.000,00 sampai dengan Rp 350.000,00 jika mengikuti ujian dari Himpunan Penerjemah Indonesia. Sementara itu, jika kamu mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh LBI UI maka kamu harus membayar sekitar Rp 700.000,00.
Setelah mengikuti ujian kualifikasi ini, jika kamu dinyatakan lulus, kamu akan disumpah sebagai penerjemah tersumpah oleh Menteri bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia (KEMENKUMHAM). Nah, setelah disumpah, para sworn translator akan mendapatkan sertifikasinya dari Himpunan Penerjemah Indonesia.
Itu tadi proses sertifikasi menjadi penerjemah tersumpah secara ringkas. Lalu yang menjadi pertanyaan, apa ya, bedanya penerjemah tersumpah dengan penerjemah biasa?
Perbedaan yang paling utama terletak pada legalitas dan akreditasi. Seorang sworn translator memperoleh sertifikasi oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia di Indonesia sehingga mereka memiliki kewenangan untuk menerjemahkan dokumen-dokumen legal yang memiliki kekuatan hukum atau memerlukan legalisasi, seperti akta kelahiran, KTP, kartu keluarga, keputusan pengadilan, dan dokumen legal lainnya. Biasanya, penerjemah tersumpah membubuhkan stempel dan tanda tangan pada hasil terjemahannya untuk membuktikan bahwa hasil terjemahan tersebut sah di mata hukum.
Sementara itu, penerjemah biasa tidak melalui proses sertifikasi secara formal seperti penerjemah tersumpah, sehingga mereka tidak bisa menerjemahkan dokumen-dokumen legal. Nah, kira-kira aspek apa saja yang menjadi alasan kamu membutuhkan jasa penerjemah tersumpah ini?
Baca juga: Bill of Lading | Kunci Sukses Bisnis Logistik dan Pengiriman
Setidaknya, ada tiga aspek penting yang menjadi alasan mengapa kamu membutuhkan jasa penerjemah tersumpah, yaitu keabsahan hukum, tingkat akurasi, serta kerahasiaan dan profesionalisme.
Pertama, penerjemah tersumpah memiliki keabsahan hukum. Artinya, hasil terjemahan mereka diakui oleh instansi pemerintah, pengadilan, dan lembaga lainnya yang memerlukan dokumen resmi atau legal. Sebagai contoh, jika kamu ingin mengajukan permohonan visa ke negara asing, maka dokumen yang kamu butuhkan harus diterjemahkan oleh penerjemah tersumpah agar memiliki keabsahan hukum dan menghindari masalah administrasi.
Kedua, penerjemah tersumpah memiliki tingkat akurasi penerjemahan yang tinggi. Hal ini dikarenakan penerjemah tersumpah telah melalui ujian kualifikasi dengan tingkat kesulitan yang tinggi pula. Oleh karena itu, penerjemah tersumpah telah memiliki kemampuan yang cukup dalam menangani dokumen-dokumen legal yang mengandung banyak istilah hukum yang sulit. Selain mengalibahasakan dokumen, penerjemah tersumpah juga memastikan bahwa hasil terjemahannya bisa dipahami sesuai dengan konteks dan maksud dokumen tersebut.
Ketiga, Kerahasiaan dan profesionalisme. Seorang penerjemah tersumpah memiliki tingkat profesionalisme yang tinggi, mereka juga memiliki kewajiban untuk menjaga dokumen agar tetap rahasia. Hal ini dikarenakan dokumen-dokumen legal banyak mengandung informasi pribadi dan sensitif yang harus dirahasiakan. Jika seorang penerjemah tersumpah melanggar kewajiban ini, maka penerjemah tersebut akan mendapat sanksi hukum. Itulah mengapa penerjemah tersumpah memiliki tingkat profesionalisme yang tinggi.
Baca juga: Layanan Penerjemah Otomotif Terbaik untuk Ekspansi Bisnis
Tanggung jawab seorang penerjemah tersumpah adalah menerjemahkan dokumen secara akurat dan memastikan hasil terjemahannya bisa dipahami dengan baik. Selain itu, penerjemah tersumpah harus menjaga etika dan kerahasiaan dokumen yang mereka terjemahkan.
Sebagai seorang penerjemah tersumpah, akurasi dan detail pada terjemahan dokumen adalah hal yang wajib diperhatikan. Hasil terjemahan harus memiliki tingkat akurasi yang tinggi, mempertahankan makna asli dari dokumen, serta menghindari kesalahan dalam penafsiran. Hal ini sangat penting karena kesalahan dalam penerjemahan dokumen yang memiliki kekuatan hukum akan berakibat sangat fatal.
Seorang penerjemah tersumpah juga harus menjaga kerahasiaan dokumen milik klien. Dokumen legal mengandung banyak informasi pribadi dan sensitif yang tidak boleh diketahui oleh orang lain secara bebas. Itu mengapa penting untuk penerjemah menjaga kerahasiaan isi dari dokumen yang diterjemahkan.
Baca juga: Translate Brosur Pariwisata | Maksimalkan Promosi Wisata!

Biaya sworn translator tentunya sangat bervariasi, faktor yang mempengaruhi mulai dari bahasa hingga waktu pengerjaan. Biasanya penerjemahan ke bahasa target dengan jumlah penerjemah yang lebih sedikit dibandingkan dengan bahasa lain akan lebih mahal. Begitu juga dengan waktu pengerjaan. Jika klien meminta waktu yang lebih cepat untuk dokumen selesai diterjemahkan dari penawaran aslinya, tentu biayanya juga akan lebih mahal.
Untuk penerjemahan dokumen legal dengan penawaran harga terbaik, kamu bisa mempercayakannya ke Translation Transfer! Translation Transfer merupakan penyedia layanan bahasa yang memberikan layanan penerjemah tersumpah dalam berbagai bahasa mulai dari bahasa Inggris, bahasa Mandarin, bahasa Arab, bahasa jepang, bahasa Korea, dan masih banyak lagi.
Biaya penerjemah tersumpah di Translation Transfer beragam, tergantung bahasa dan kecepatan penyelesaian. Namun, range harga jasa ini berkisar antara Rp 140.000,00 hingga Rp 630.00,00 per halaman.
Untuk info selanjutnya, kunjungi laman resmi Translation Transfer, atau Instagram resminya di @translationtransfer!


