Penerjemah Resmi
by Translation Transfer
Penulis: Devi Mulina Husdania

Bagaimana Cara Terjemah NIB untuk UMKM Ekspor Pertama Kali? | Memulai ekspor untuk pertama kali merupakan langkah penting bagi UMKM yang ingin memperluas pasar ke luar negeri. Selain menyiapkan produk, kemasan, sertifikasi, dan dokumen perdagangan, aspek legalitas usaha juga perlu diperhatikan. Salah satu dokumen yang menunjukkan identitas legal pelaku usaha di Indonesia adalah Nomor Induk Berusaha (NIB). Ketika berhubungan dengan buyer, distributor, atau institusi asing, NIB terkadang perlu diterjemahkan ke dalam bahasa yang dipahami pihak penerima.
Terjemahan NIB tidak selalu sekadar mengganti bahasa Indonesia menjadi bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya. Ada situasi tertentu ketika dokumen harus diterjemahkan oleh Penerjemah Tersumpah karena akan digunakan untuk kepentingan resmi. Oleh sebab itu, UMKM yang baru pertama kali melakukan ekspor perlu mengetahui tujuan penerjemahan, bahasa yang dibutuhkan, serta apakah dokumen memerlukan pengesahan atau apostille.
Dengan memahami proses tersebut sejak awal, UMKM dapat menghindari kesalahan administrasi yang berpotensi menghambat kerja sama dengan pihak luar negeri. Artikel ini membahas langkah-langkah terjemah NIB, kapan membutuhkan penerjemah tersumpah, kemungkinan kebutuhan apostille, hingga dokumen lain yang sebaiknya dipersiapkan untuk ekspor.
Baca juga: Dokumen Apa Saja yang Menyertai NIB untuk Kerja Sama Asing?
NIB merupakan identitas pelaku usaha yang diterbitkan melalui sistem Online Single Submission (OSS). Bagi UMKM, NIB menjadi salah satu dokumen penting dalam menjalankan kegiatan usaha secara legal di Indonesia. Informasi yang terdapat di dalamnya dapat menunjukkan identitas dan data dasar kegiatan usaha yang terdaftar.
Ketika UMKM mulai menjalin hubungan dengan buyer asing, dokumen legalitas usaha dapat diminta untuk melakukan verifikasi identitas perusahaan. Buyer mungkin ingin memastikan bahwa pihak yang menjual produk memang merupakan pelaku usaha yang terdaftar secara resmi. Dalam kondisi seperti ini, NIB dapat menjadi salah satu dokumen pendukung yang diminta.
Namun, kebutuhan setiap transaksi dapat berbeda. Tidak semua buyer asing otomatis meminta NIB dalam bahasa asing. Karena itu, UMKM sebaiknya mengetahui terlebih dahulu dokumen apa saja yang diminta oleh pihak penerima sebelum memesan terjemahan.
Baca juga: Dokumen Pendamping NIB yang Wajib Diterjemahkan untuk Investor
NIB perlu diterjemahkan apabila pihak luar negeri membutuhkan dokumen legalitas usaha dalam bahasa tertentu. Bahasa Inggris biasanya menjadi pilihan yang umum digunakan dalam komunikasi bisnis internasional, tetapi negara atau institusi tertentu dapat meminta bahasa resmi mereka. Permintaan ini sebaiknya dikonfirmasi langsung kepada buyer atau pihak penerima.
Terjemahan juga dapat dibutuhkan ketika dokumen digunakan dalam proses due diligence, kerja sama bisnis, pembukaan hubungan dengan institusi asing, atau administrasi perusahaan. Jika pihak penerima hanya membutuhkan informasi untuk memahami legalitas usaha, mereka mungkin menerima terjemahan biasa. Sebaliknya, jika dokumen digunakan dalam proses resmi, persyaratannya dapat lebih ketat.
Karena itu, jangan langsung berasumsi bahwa semua NIB harus diterjemahkan tersumpah. Tanyakan apakah pihak penerima membutuhkan certified translation, sworn translation, atau cukup terjemahan biasa. Instruksi tersebut penting karena akan menentukan jenis penerjemah dan format dokumen yang harus disiapkan.
Baca juga: Syarat Lengkap Mengurus Apostille di Kemenkumham 2026
Langkah pertama adalah menyiapkan NIB terbaru dan memastikan seluruh informasi di dalam dokumen sudah benar. Periksa nama usaha, alamat, identitas pelaku usaha, KBLI, serta informasi lain yang tercantum. Kesalahan pada dokumen sumber sebaiknya diselesaikan terlebih dahulu sebelum dokumen diterjemahkan.
Selanjutnya, tentukan bahasa tujuan dan jenis terjemahan yang diperlukan. Apabila buyer meminta dokumen dalam bahasa Inggris, sampaikan kebutuhan tersebut kepada penerjemah. Jika dokumen akan digunakan untuk kepentingan resmi, tanyakan apakah dibutuhkan penerjemah tersumpah. Untuk dokumen yang akan digunakan di luar negeri, informasi mengenai negara tujuan juga sebaiknya disampaikan sejak awal.
Setelah itu, NIB dapat diberikan kepada penerjemah untuk diterjemahkan. Penerjemah akan mengalihbahasakan isi dokumen tanpa mengubah substansi data aslinya. Setelah selesai, lakukan pemeriksaan terhadap nama perusahaan, nomor dokumen, tanggal, alamat, dan istilah legal agar tidak terdapat kesalahan sebelum hasil terjemahan diserahkan kepada pihak asing.
Penggunaan penerjemah tersumpah bergantung pada tujuan dokumen. Untuk kebutuhan komunikasi bisnis sederhana, buyer mungkin cukup menerima terjemahan biasa. Namun, apabila dokumen akan diserahkan kepada lembaga pemerintah, kedutaan, institusi hukum, atau organisasi tertentu yang mensyaratkan terjemahan resmi, penerjemah tersumpah dapat menjadi pilihan yang diperlukan.
Penerjemah tersumpah memiliki kompetensi dan status yang memungkinkan hasil terjemahannya digunakan untuk kebutuhan resmi sesuai persyaratan pihak penerima. Dalam praktiknya, dokumen legal dan administratif sering membutuhkan tingkat ketelitian yang lebih tinggi karena kesalahan penerjemahan dapat memengaruhi proses verifikasi.
Sebelum memesan jasa, UMKM sebaiknya menyampaikan tujuan penggunaan dokumen secara lengkap. Dengan demikian, penyedia jasa dapat membantu menentukan apakah terjemahan biasa atau tersumpah yang lebih sesuai. Hal ini juga dapat mencegah UMKM harus melakukan penerjemahan ulang apabila hasil pertama ternyata tidak memenuhi persyaratan.
Apostille merupakan bentuk autentikasi dokumen publik untuk digunakan di negara lain yang menjadi pihak pada Hague Apostille Convention. Namun, bukan berarti setiap NIB yang diterjemahkan untuk ekspor otomatis harus mendapatkan apostille. Kebutuhan tersebut bergantung pada jenis dokumen, negara tujuan, serta persyaratan pihak penerima.
UMKM sebaiknya membedakan antara terjemahan, legalisasi, dan apostille. Terjemahan berkaitan dengan pengalihan bahasa dokumen, sedangkan apostille berkaitan dengan pengesahan keaslian tanda tangan, cap, atau segel pada dokumen publik untuk digunakan lintas negara dalam konteks yang berlaku.
Karena persyaratan dapat berbeda, jangan mengurus apostille hanya berdasarkan asumsi. Tanyakan kepada buyer, kedutaan, lembaga pemerintah, atau institusi penerima apakah NIB memang perlu diapostille. Informasi ini akan membantu UMKM menentukan prosedur yang tepat sejak awal.
NIB bukan satu-satunya dokumen yang mungkin dibutuhkan ketika UMKM melakukan ekspor. Tergantung produk dan negara tujuan, buyer dapat meminta akta pendirian, NPWP, profil perusahaan, sertifikat produk, sertifikat halal, sertifikat kesehatan, maupun dokumen perizinan tertentu.
Dokumen perdagangan seperti invoice, packing list, kontrak kerja sama, dan dokumen asal barang juga dapat digunakan dalam transaksi internasional. Tidak semua dokumen tersebut otomatis membutuhkan terjemahan tersumpah. Kebutuhannya kembali kepada permintaan pihak penerima dan aturan negara tujuan.
Oleh sebab itu, sebelum memulai proses ekspor pertama, sebaiknya UMKM membuat daftar dokumen yang diperlukan. Jika beberapa dokumen membutuhkan terjemahan, mengerjakannya secara terencana akan membuat proses administrasi lebih efisien dan mengurangi risiko adanya dokumen yang tertinggal.
Pilih penyedia jasa yang memiliki pengalaman menerjemahkan dokumen legal dan bisnis. Hal ini penting karena NIB mengandung istilah administratif dan informasi usaha yang harus diterjemahkan secara konsisten. Penerjemah juga harus mempertahankan informasi penting seperti nomor dokumen, nama badan usaha, dan data administratif lainnya.
Sampaikan sejak awal negara tujuan, bahasa yang diminta, serta tujuan penggunaan NIB. Informasi tersebut dapat membantu penerjemah memahami standar yang dibutuhkan. Jika pihak asing meminta sworn atau certified translation, pastikan penyedia jasa memang menyediakan layanan penerjemahan tersumpah.
Terakhir, lakukan pemeriksaan sebelum dokumen digunakan. Pastikan tidak ada perbedaan penulisan nama perusahaan antara NIB dan dokumen lain. Periksa pula nomor, tanggal, alamat, serta informasi usaha. Ketelitian sederhana ini penting karena kesalahan administratif dapat menyebabkan buyer meminta revisi atau dokumen baru.
Terjemah NIB untuk UMKM ekspor pertama kali sebaiknya dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata dari pihak penerima. Tidak semua NIB wajib diterjemahkan tersumpah dan tidak semua dokumen otomatis membutuhkan apostille. Mengetahui persyaratan sejak awal akan membantu UMKM memilih proses yang tepat.
Jika dokumen akan digunakan untuk kepentingan resmi, pertimbangkan menggunakan Penerjemah Tersumpah yang memahami dokumen legal dan administrasi bisnis. Anda dapat mempelajari informasi lebih lanjut mengenai layanan tersebut melalui Penerjemah Tersumpah.
Untuk kebutuhan terjemahan NIB dan dokumen bisnis lainnya, Anda juga dapat menghubungi Translation Transfer melalui WhatsApp 0856-6671-475, email admin@translationtransfer.com, atau Instagram @translationtransfer untuk konsultasi kebutuhan dokumen.

Tidak selalu. Terjemahan NIB bergantung pada permintaan buyer, institusi, atau otoritas di negara tujuan. Sebaiknya tanyakan terlebih dahulu dokumen dan bahasa yang diperlukan.
Tidak selalu. Bahasa terjemahan harus mengikuti permintaan pihak penerima. Bahasa Inggris memang umum digunakan dalam bisnis internasional, tetapi negara tertentu dapat meminta bahasa resminya.
Tidak dalam semua kondisi. Untuk kebutuhan resmi, penerjemah tersumpah mungkin diperlukan apabila menjadi persyaratan pihak penerima.
Tidak otomatis. Kebutuhan apostille harus dikonfirmasi berdasarkan negara tujuan dan pihak yang menerima dokumen.
Tergantung kebutuhan ekspor, dokumen lain dapat mencakup akta perusahaan, NPWP, sertifikat produk, kontrak, invoice, packing list, dan dokumen legal atau perdagangan lainnya.


