Penerjemah Resmi
by Translation Transfer
Penulis: Devi Mulina Husdania

Dokumen Legal Perusahaan yang Wajib Diterjemahkan Selain NIB | Dalam menjalankan bisnis yang melibatkan pihak asing, NIB (Nomor Induk Berusaha) bukan satu-satunya dokumen yang perlu dipersiapkan. Perusahaan dapat diminta menunjukkan berbagai dokumen legal lain untuk membuktikan identitas, status badan hukum, struktur kepemilikan, kewenangan pengurus, hingga izin kegiatan usaha. Ketika dokumen tersebut akan digunakan untuk keperluan internasional, terjemahan ke bahasa yang dipersyaratkan sering kali menjadi bagian penting dari proses administrasi.
Kebutuhan terjemahan dokumen legal perusahaan biasanya muncul dalam berbagai kondisi, seperti kerja sama dengan perusahaan asing, investasi, pembukaan rekening perusahaan di luar negeri, tender internasional, merger dan akuisisi, pendirian anak perusahaan, hingga proses legalisasi dokumen. Pihak penerima dapat meminta dokumen dalam bahasa Inggris atau bahasa resmi negara tujuan agar isi dokumen dapat diperiksa dengan jelas.
Namun, tidak semua dokumen otomatis wajib diterjemahkan. Persyaratan bergantung pada tujuan penggunaan, negara tujuan, serta lembaga yang menerima dokumen. Apabila terjemahan digunakan untuk kepentingan resmi, perusahaan sebaiknya memastikan apakah diperlukan Penerjemah Tersumpah, legalisasi, atau apostille.
Baca juga: Dokumen Apa Saja yang Menyertai NIB untuk Kerja Sama Asing?
Dokumen legal perusahaan memuat informasi yang memiliki konsekuensi hukum, sehingga penerjemahannya tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Kesalahan menerjemahkan nama badan usaha, jabatan, modal, kewenangan direksi, atau klausul perjanjian dapat menyebabkan perbedaan pemahaman antara dokumen asli dan terjemahannya. Karena itu, aspek akurasi dan konsistensi terminologi menjadi sangat penting.
Dalam transaksi internasional, pihak asing mungkin tidak dapat menerima dokumen berbahasa Indonesia tanpa terjemahan. Terjemahan diperlukan agar bank, investor, notaris, konsultan hukum, perusahaan mitra, atau lembaga pemerintah di negara tujuan dapat melakukan pemeriksaan dokumen. Untuk kebutuhan tertentu, mereka juga dapat meminta terjemahan yang dibuat oleh penerjemah tersumpah.
Perusahaan juga perlu membedakan antara menerjemahkan dokumen dan melegalisasi atau mengapostille dokumen. Ketiganya merupakan proses yang berbeda. Apabila dokumen akan digunakan di luar negeri, persyaratan dari negara dan institusi penerima harus diperiksa sejak awal agar proses administrasi tidak berulang.
Baca juga: Dokumen Pendamping NIB yang Wajib Diterjemahkan untuk Investor
Akta pendirian perusahaan merupakan salah satu dokumen utama yang dapat diminta dalam proses verifikasi legalitas perusahaan. Dokumen ini memuat informasi penting mengenai pendirian badan usaha, termasuk identitas perusahaan, maksud dan tujuan, modal, serta struktur pengurus atau pemegang saham sesuai jenis badan usahanya. Untuk kerja sama internasional, pihak asing dapat meminta versi terjemahannya.
Selain akta pendirian, akta perubahan terakhir juga penting. Perusahaan mungkin telah mengalami perubahan nama, modal, susunan direksi dan komisaris, pemegang saham, atau Anggaran Dasar. Oleh karena itu, perusahaan sebaiknya tidak hanya menerjemahkan akta pendirian jika pihak penerima membutuhkan informasi mengenai kondisi perusahaan terkini.
Terjemahan akta harus mempertahankan informasi dan makna hukum dari dokumen asli. Nama perusahaan, nama orang, nomor akta, tanggal, jabatan, serta informasi korporasi lainnya perlu diperiksa dengan teliti. Jika dokumen digunakan untuk kepentingan resmi, perusahaan dapat memilih Penerjemah Tersumpah sesuai persyaratan pihak penerima.
Baca juga: Syarat Lengkap Mengurus Apostille di Kemenkumham 2026
Anggaran Dasar merupakan dokumen penting karena mengatur berbagai ketentuan mengenai perusahaan, termasuk kegiatan usaha, modal, saham, organ perusahaan, serta tata kelola badan usaha. Dalam proses investasi atau kerja sama dengan perusahaan asing, Anggaran Dasar dapat menjadi bagian dari dokumen yang diminta untuk melakukan legal due diligence.
Perusahaan juga dapat diminta menyerahkan SK pengesahan atau persetujuan badan hukum dari Kementerian Hukum. Dokumen tersebut membantu menunjukkan status administratif badan hukum perusahaan. Apabila pihak penerima dokumen berada di luar Indonesia dan tidak memahami bahasa Indonesia, terjemahan dapat diperlukan.
Saat menerjemahkan dokumen tersebut, konsistensi dengan akta perusahaan harus diperhatikan. Nama badan hukum, nomor dokumen, tanggal penerbitan, serta identitas pengurus harus sesuai dengan dokumen sumber. Ketidaksesuaian kecil sekalipun dapat menimbulkan pertanyaan saat proses pemeriksaan dokumen.
Selain NIB, perusahaan mungkin memiliki berbagai dokumen administrasi dan perizinan lain yang berkaitan dengan kegiatan usahanya. Contohnya adalah dokumen perpajakan, perizinan atau persyaratan usaha tertentu, serta dokumen pendukung yang diterbitkan oleh instansi terkait. Tidak seluruhnya harus diterjemahkan, tetapi dapat diminta apabila menjadi bagian dari persyaratan transaksi atau administrasi internasional.
NPWP perusahaan juga dapat menjadi dokumen pendukung dalam situasi tertentu, misalnya ketika pihak asing melakukan pemeriksaan legal atau administratif terhadap perusahaan. Apabila dokumen tersebut diminta dalam bahasa tertentu, perusahaan perlu mengikuti format dan persyaratan yang ditetapkan pihak penerima.
Dokumen lain seperti daftar pemegang saham, dokumen direksi dan komisaris, laporan tahunan, laporan keuangan, atau dokumen alamat perusahaan juga dapat membutuhkan terjemahan. Prinsipnya, dokumen yang membuktikan identitas, kepemilikan, kewenangan, kondisi keuangan, atau legalitas perusahaan dapat diminta dalam proses due diligence dan kerja sama internasional.
Berbeda dengan dokumen administrasi, kontrak perusahaan memiliki konsekuensi langsung terhadap hak dan kewajiban para pihak. Contohnya adalah Memorandum of Understanding (MoU), Non-Disclosure Agreement (NDA), Joint Venture Agreement, Distribution Agreement, Sales Agreement, dan perjanjian jasa. Dokumen semacam ini perlu diterjemahkan dengan memperhatikan konteks hukum dan bisnis.
Penerjemahan kontrak tidak cukup hanya dengan mengubah setiap kata ke bahasa asing. Istilah seperti kewajiban, wanprestasi, ganti rugi, kerahasiaan, force majeure, penyelesaian sengketa, dan hukum yang berlaku harus diterjemahkan secara tepat. Kesalahan terminologi dapat memengaruhi pemahaman para pihak terhadap isi perjanjian.
Untuk kontrak bernilai strategis, perusahaan sebaiknya melibatkan penerjemah yang memahami dokumen hukum dan korporasi. Setelah diterjemahkan, isi kontrak juga dapat diperiksa oleh penasihat hukum apabila diperlukan. Dengan demikian, terjemahan tidak hanya mudah dipahami tetapi juga tetap konsisten dengan dokumen sumber.
Dalam proses investasi, merger, akuisisi, atau kerja sama strategis, calon investor dapat melakukan due diligence terhadap perusahaan. Dokumen yang diperiksa tidak hanya berkaitan dengan legalitas, tetapi juga kondisi keuangan perusahaan. Laporan keuangan, laporan tahunan, dan dokumen pendukung tertentu dapat diminta dalam bahasa yang dipahami investor.
Jika dokumen keuangan akan digunakan dalam proses resmi, penerjemah perlu mempertahankan angka, satuan, istilah akuntansi, nama akun, serta informasi penting lainnya secara akurat. Kesalahan angka tentu dapat memiliki dampak yang jauh lebih serius dibandingkan kesalahan penerjemahan pada dokumen biasa.
Perusahaan sebaiknya menyiapkan dokumen yang masih berlaku atau periode yang memang diminta oleh pihak penerima. Sebelum menerjemahkan, pastikan terlebih dahulu dokumen apa saja yang diwajibkan agar perusahaan tidak menerjemahkan dokumen yang sebenarnya tidak diperlukan.
Apabila dokumen perusahaan akan digunakan di luar negeri, perusahaan mungkin juga perlu mempertimbangkan apostille atau legalisasi. Apostille merupakan mekanisme penyederhanaan pengesahan dokumen publik untuk digunakan di negara lain yang menjadi pihak pada Konvensi Apostille. Indonesia telah menerapkan layanan apostille untuk dokumen publik tertentu.
Terjemahan dan apostille merupakan dua hal berbeda. Apakah dokumen asli, hasil terjemahan, atau keduanya perlu diproses akan bergantung pada persyaratan negara dan institusi penerima. Karena itu, perusahaan tidak sebaiknya menentukan urutan proses hanya berdasarkan kebiasaan.
Untuk memastikan proses berjalan tepat, periksa persyaratan pada lembaga penerima atau otoritas terkait di negara tujuan. Informasi resmi mengenai layanan apostille Indonesia dapat diperiksa melalui Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum.
Langkah pertama adalah mengetahui tujuan penggunaan dokumen. Apakah dokumen digunakan untuk investasi, kerja sama bisnis, pembukaan rekening, tender, pendirian perusahaan, visa bisnis, atau kebutuhan legal lainnya? Tujuan tersebut akan menentukan dokumen yang kemungkinan diminta.
Langkah berikutnya adalah memeriksa persyaratan dari pihak penerima. Pastikan bahasa yang diminta, apakah harus menggunakan Penerjemah Tersumpah, dan apakah dokumen membutuhkan legalisasi atau apostille. Persyaratan dapat berbeda antara satu negara, institusi, dan jenis dokumen.
Terakhir, siapkan dokumen yang paling baru dan pastikan seluruh informasi konsisten. Jika perusahaan memiliki perubahan nama, pengurus, alamat, atau struktur kepemilikan, gunakan dokumen yang mencerminkan kondisi terbaru. Cara ini dapat membantu mengurangi risiko dokumen ditolak atau harus diterjemahkan ulang.
Jadi, dokumen legal perusahaan yang wajib diterjemahkan selain NIB dapat mencakup akta pendirian, akta perubahan, Anggaran Dasar, SK pengesahan badan hukum, dokumen perpajakan, perizinan usaha, kontrak, daftar pemegang saham, hingga laporan keuangan. Namun, kewajiban menerjemahkan setiap dokumen tetap bergantung pada tujuan penggunaan dan persyaratan pihak penerima.
Untuk dokumen yang akan digunakan dalam proses resmi, perusahaan sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan kemampuan bahasa penerjemah, tetapi juga pengalaman menangani dokumen hukum dan administrasi perusahaan. Menggunakan Penerjemah Tersumpah dapat menjadi pilihan ketika pihak penerima secara khusus mensyaratkan terjemahan resmi.
Jika perusahaan membutuhkan layanan penerjemahan dokumen legal untuk kebutuhan kerja sama internasional, investasi, maupun administrasi resmi, Anda dapat melihat layanan Penerjemah Tersumpah dan berkonsultasi mengenai jenis dokumen yang perlu diterjemahkan sebelum proses dimulai.

Tidak selalu. NIB merupakan salah satu identitas perizinan berusaha, tetapi pihak tertentu dapat meminta akta, SK badan hukum, dokumen pajak, izin usaha, dan dokumen pendukung lainnya.
Tidak. Terjemahan dilakukan berdasarkan kebutuhan pihak penerima, negara tujuan, serta tujuan penggunaan dokumen.
Jika pihak penerima mensyaratkan terjemahan tersumpah, maka perusahaan perlu menggunakan Penerjemah Tersumpah.
Tidak selalu. Kebutuhan apostille bergantung pada negara tujuan, jenis dokumen, dan ketentuan institusi penerima.
Siapkan dokumen terbaru, tentukan negara dan institusi tujuan, kemudian periksa persyaratan bahasa, penerjemah, legalisasi, dan apostille yang berlaku.


